Sukses

Parenting

3 Cara Mengatasi Konflik dengan Anak Tanpa Kehilangan Kedekatan

Fimela.com, Jakarta Perselisihan mulai dari hal kecil hingga besar memang selalu hadir diantara setiap individu. Terutama, ketika kita memiliki ikatan yang semakin dekat. Kedekatan yang selalu bertumbuh dengan interaksi setiap harinya, seperti dengan keluarga, pasangan dan anak-anak

Terkadang, perselisihan kecil yang bisa menyebabkan konflik semakin membesar. Namun, hal ini sudah menjadi hal yang lumrah bahkan dalam hubungan keluarga, atau anak dan orang tua. Parents mungkin sering merasa khawatir karena dipenuhi perasaan bersalah atau kehilangan kedekatan dengan anak saat mengalami perselisihan yang menimbulkan konflik baru setiap harinya. 

Dalam menjalani hubungan dan interaksi apapun hal ini memang menjadi kesempatan bermakna bagi kita untuk tumbuh bersama dan saling memahami. Meski konflik antar anak dan orang tua sudah umum dialami, justru dalam mengatasinya kita perlu terus mempelajarinya. Yuk, kita bahas cara mengatasi konflik dengan anak tanpa kehilangan kedekatan.

Solusi Berdamai dengan Konflik

Mendidik dan membersamai masa pertumbuhan anak memang selalu memiliki maknanya masing-masing bagi orang tua. Susah dan senang menikmati masa belajar anak. Seiring berjalannya waktu, anak-anak akan mengenal banyak hal, mempelajari hal baru. Disinilah para orang tua mulai mendapatkan tantangan untuk memiliki perbedaan sudut pandang dengan anak. Perasaan kesal yang tidak bisa ditahan saat memiliki konflik dengan anak pasti membuat parents khawatir kehilangan kedekatan.

1. Tenangkan Diri

Menenangkan diri saat emosi sedang memuncak adalah hal yang sangat menyulitkan. Namun, perlu dipelajari terus-menerus, ketika kita ingin mengatasi konflik dan menghindari kehilangan kedekatan dengan anak, ketenangan akan selalu menjadi kunci utama. Ada waktu dimana kita butuh ketegasan dalam mendidik, namun cobalah untuk mengutamakan ketenangan diri.

Luangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri agar parents dapat menyampaikan diskusi tanpa harus mempermalukan, menyalahkan atau menambahkan ketegangan. Dilansir dari raisingkidswithpurpose, secara psikologis bernapas dan mengarahkan kembali fokus bisa membantu ketenangan. Salah satu caranya adalah dengan menarik napas selama 5 detik, menahan selama 7 detik, lalu menghembuskannya selama 8 detik.

Cara Mengatasi Konflik dengan Anak

2. Memperbaiki Keadaan

Sebagian anak bisa saja merasa kaget setelah mengalami konflik dengan orang terdekatnya, atau orang tuanya. Saat dalam kondisi tenang, parents bisa memulai kembali komunikasi dengan diskusi yang menenangkan bersamanya. Tunjukkan rasa cinta dan menghargai anak. Pada kondisi tertentu, komunikasikan mengapa konflik tersebut bisa terjadi. Jelaskan juga apa yang harus dievaluasi oleh orang tua dan anak agar saling mengerti. 

Komunikasilah dengan menatap anak sejajar dengan matanya. Setiap anak mungkin memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi masalah. Ada yang membutuhkan sentuhan positif ada juga yang membutuhkan ruang fisik. 

3. Berikan Kesempatan Anak untuk Menjelaskan

Salah satu langkah yang sering diabaikan, adalah langkah yang satu ini. Memahami anak. Tanyakan kepada anak bagaimana perasaannya selama konflik antara orang tua dan anak. Biasakan untuk mendengarkan tanpa menghakimi agar anak bisa semakin terbuka dengan perasaannya. 

Tidak hanya orang tua yang menjelaskan perasaannya, anak-anak juga mendapatkan kesempatan untuk menceritakan dan menjelaskan perasaannya. Dengan ini, parents bisa saling mencari solusi bersama dengan pengertian.

Penulis: Nadya Aufia#Unlocking the Limitless

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading