Fimela.com, Jakarta Minyak goreng merupakan bahan utama dalam kebutuhan pangan kebanyakan masyarakat Indonesia. Tidak hanya untuk menggoreng, minyak goreng terkadang juga digunakan untuk membuat kue dan merebus makanan.
Biasanya, minyak goreng dibuang di saluran air seperti wastafel atauu tempat cuci piring. Hal itu umum dilakukan karena mudah dan praktis. Namun, membuang minyak jelantah di saluran air ternyata berbahaya.
Lantas, bagaimana cara yang tpat membuang minyak jelantah? Berikut 4 tips membuang minyak goreng agar tidak berbahaya bagi kesuburan tanah di rumahmu!
Advertisement
Advertisement
1. Hindari Membuang Minyak ke Saluran Pembuangan
Membuang minyak di saluran air dapat mengakibatkan penyumbatan saluan air. Minyak yang dibuang ke dalam saluran air dapat membeku dan menghambat pergerakan air sehingga terjadi penyumbatan.
2. Membekukan Minyak
Seperti yang telah dibahas di atas, bahaya yang paling umum ketika membuang minyak adalah pembekuan ke minyak dalam saluran air. Pembekuan tersebut akan menyebabkan penyumbatan saluran air.
Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Sahabat Fimela dapat membekukan minyak sebelum dibuang. Setelah itu, minyak yang sudah beku dapat dibuang di tempat sampah sehingga tidak akan menutup saluran air.
Advertisement
3. Membersihkan Minyak dengan Tepung
Cara selanjutnya adalah membersihkan minyak dengan tepung. Tepung merupakan zat padat yang dapat mengikat partikel padat lainnya. Partikel padat yang tertinggal pada minyak dapat ditarik dengan tepung sehingga tepung dapat digunakan berulang kali.
Caranya cukup mudah. Pertama, siapkan larutan tepung dan air hingga cukup kental. Sahabat Fimela dapat menggunakan tepung terigu, tapioka, atau pun maizena.
Setelah itu, panaskan minyak hingga hangat. Kemudian masukkan larutan tepung dan air ke dalam minyak. Aduk minyak ke seluruh bagian penggorengan. Larutan tepung akan secara perlahan mengeras dan menarik partikel padat dalam minyak.
Dengan begitu, minyak akan kembali bersih dan dapat digunakan ulang.
4. Jual Minyak ke Pertamina
Tahukah Sahabat Fimela bahwa kita dapat menjual minyak bekas ke Pertamina?
Pertamina memiliki program Green Movement, yaitu program yang mempersilakan masyarakat untuk menjual minyak jelantah. Program ini dapat diakses melalui aplikasi MyPeratamina dengan melakukan registrasi. Minyak jelantah akan dihargai sebesar Rp6.000 per liter dengan syarat minyak harus bersih dan terbebas dari sisa-sisa makanan.
Sahabat Fimela dapat menyerahkan minyak jelantah di UCOllect Box atau tempat penampungan minyak jelantah yang tersebar di beberapa SPBU Pertamina dan Rumah Sakit IHC. Dengan menjual minyak jelantah ke Pertamina, Sahabat Fimela sudah ikut serta dalam proses daur ulang minyak jelantah, loh. Selamat mencoba!