Fimela.com, Jakarta Menjadi seorang ibu adalah perjalanan yang penuh dengan kebahagiaan sekaligus tantangan. Setiap ibu memiliki cara tersendiri dalam merawat dan mendidik anaknya. Namun, tidak jarang berbagai pilihan yang diambil justru menjadi sasaran kritik dari orang lain, bahkan dari sesama ibu. Fenomena ini sering disebut mom shaming.
Mom shaming adalah tindakan mengkritik atau menghakimi keputusan seorang ibu dalam mengasuh anak. Bentuknya bisa berupa komentar langsung, sindiran halus, atau bahkan pernyataan di media sosial. Kritik ini sering kali tidak didasarkan pada niat membantu, melainkan lebih kepada merendahkan atau mempertanyakan kemampuan seseorang sebagai ibu.
Menghadapi mom shaming tentu bukan hal yang mudah. Perasaan kecewa, malu, atau marah bisa muncul kapan saja. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar memahami kondisi dan keputusan seorang ibu, selain dirinya sendiri. Dilansir dari choosing therapy dan Hammond Psychology, berikut beberapa cara bijak untuk menghadapi mom shaming dengan tetap menjaga rasa percaya diri.
Advertisement
Advertisement
Menetapkan Batas untuk Melindungi Diri
Salah satu cara paling efektif untuk menghadapi mom shaming adalah dengan menetapkan batas yang jelas. Menghindari percakapan yang berpotensi memicu perdebatan bisa menjadi langkah awal.
Jika komentar negatif datang dari orang terdekat, menyampaikan perasaan secara jujur namun tegas dapat membantu. Misalnya, menjelaskan bahwa kritik tersebut tidak membangun dan hanya menambah tekanan. Hal ini tidak hanya melindungi diri, tetapi juga mengedukasi orang lain tentang pentingnya mendukung daripada menghakimi.
Di era digital, menetapkan batas juga berarti memilah apa yang ingin dibagikan di media sosial. Tidak semua keputusan pribadi perlu diumumkan, terutama jika rentan menjadi bahan kritik.
Fokus pada Hal-Hal Positif
Komentar negatif sering kali bisa mengaburkan pencapaian besar yang telah diraih dalam peran sebagai ibu. Daripada terlalu memikirkan kritik dari orang lain, cobalah untuk fokus pada momen-momen bahagia bersama anak. Kegiatan sederhana seperti bermain, membaca buku bersama, atau mendengar tawa anak dapat menjadi pengingat bahwa usaha yang dilakukan tidak sia-sia.
Selain itu, kelilingi diri dengan lingkungan yang mendukung. Bergaul dengan sesama ibu yang memahami dan saling mendukung dapat membantu membangun rasa percaya diri. Diskusi yang sehat tanpa saling menghakimi akan membuat perjalanan mengasuh anak terasa lebih ringan.
Advertisement
Menjawab Kritik dengan Bijak
Tidak semua komentar harus ditanggapi, terutama jika hanya bertujuan untuk menyudutkan. Namun, jika merasa perlu menjawab, lakukan dengan cara yang tenang dan penuh pengertian. Misalnya, cukup katakan, "Terima kasih atas masukannya, ini yang terbaik untuk kondisi saat ini." Respons seperti ini menunjukkan bahwa kritik diterima tanpa perlu membiarkan emosi mengambil alih.
Jika komentar terus berulang dan terasa mengganggu, tidak ada salahnya untuk menetapkan batasan. Jelaskan bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing dalam mengasuh anak, dan keputusan yang diambil sudah melalui pertimbangan matang. Tetapkan batas dengan tegas namun tetap sopan.
Memahami Alasan di Balik Mom Shaming
Mom shaming sering kali lahir dari ketidaktahuan atau keinginan untuk merasa lebih unggul. Pelakunya mungkin merasa caranya adalah yang paling benar dan berusaha memaksakan standar tersebut pada orang lain. Namun, ada juga yang melakukannya karena rasa tidak aman atau ingin mencari validasi atas pilihannya sendiri.
Mengetahui alasan di balik mom shaming dapat membantu mengurangi beban emosional. Dengan menyadari bahwa komentar tersebut lebih mencerminkan pelakunya daripada diri sendiri, perasaan terluka dapat diminimalkan. Ingatlah bahwa setiap ibu memiliki perjalanan unik yang tidak bisa dibandingkan begitu saja.
Advertisement
Mengembalikan Kepercayaan Diri dengan Dukungan Positif
Dukungan dari lingkungan yang positif adalah kunci untuk menjaga kepercayaan diri. Bergabung dengan komunitas yang memahami tantangan sebagai ibu dapat memberikan ruang untuk berbagi tanpa rasa takut dihakimi.
Mengelilingi diri dengan orang-orang yang menghormati pilihan hidup juga dapat membantu menghadapi tekanan. Ingatlah bahwa tidak ada pola asuh yang sempurna, dan setiap ibu memiliki pendekatan unik berdasarkan kebutuhan keluarga mereka.
Selain itu, penting untuk tidak lupa merayakan pencapaian kecil dalam perjalanan menjadi orang tua. Fokus pada hal-hal positif yang telah dilakukan bisa membantu meminimalkan dampak komentar negatif.
Penulis: Virlia Sakina Ramada
#Unlocking the Limitless