Fimela.com, Jakarta Makan merupakan kegiatan yang biasanya dihindari oleh anak-anak, mulai dari bayi hingga balita. Banyak orang tua yang mengalami kesulitan dalam memberi makan anak mereka. Selain itu, balita juga biasanya cenderung menjadi peeky eater.
Peaky eater adalah kondisi ketika seseorang sangat memilah dan memilih makanan. Peaky eater biasanya dialami oleh anak kecil dan orang dewasa yang terbiasa memilah-milih makanan secara berlebihan. Anak yang tidak mau makan biasanya karena adanya paksaan dari orang tua. Tidak jarang, orang tua menyuruh anaknya makan dengan nada tinggi dan suara lantang seakan sedang marah.
Pengalaman itu tentu menjadi hal yang tidak menyenangkan bagi anak. Selain itu, pilihan menu dan bentuk sajian makanan anak juga menjadi alasan yang tepat. Makanan yang pucat dan monoton akan membuat anak enggan untuk makan. Bagi Sahabat Fimela yang sedang mengalami kesulitan memberi makan anak, ini dia 5 cara membujuk anak agar mau dan nafsu makan.
Advertisement
Advertisement
1. Hindari Memaksa Anak
Anak kecil biasanya sensitif terhadap sikap orang dewasa kepadanya. Mereka cenderung menghindari sesuatu yang sekiranya mengancam mereka, seperti sikap yang agresif. Dalam ini, memaksa anak untuk makan dapat dikategorikan sebagai sikap yang agresif.
2. Buat Tampilan Makanan yang Menarik
Anak cenderung menyukai hal-hal yang menarik dan mencolok. Bentuk makanan yang unik dengan warna yang mencolok akan menarik perhatian si kecil untuk makan. Apabila anak sedang belajar makan sendiri, berikan makanan dengan tekstur yang bervariasi dan biarkan anak memakannya dengan tangan.
Makanan bertekstur dapat membantu melatih sensorik anak sehingga mereka mengenal bermacam-macam tekstur. Jangan lupa pastikan makanan dan tempat anak makan bersih sehingga anak terhindar dari kuman dan bakteri pemicu penyakit.
3. Hindari Memberi Minum Terlalu Banyak
Biasanya, orang tua akan cenderung memberi minum yang banyak ketika sang anak sedang makan. Namun, ternyata hal ini dapat membuat anak kehilangan nafsu makan dan cepat merasa kenyang.
Air minum dapat menetralkan rasa makanan pada anak sehingga apabila diberikan terlalu banyak akan membuat anak kehilangan nafsu makan. Selain itu, memberikan anak terlalu banyak air minum dapat membuatnya kembung dan cepat merasa kenyang.
4. Berikan Camilan yang Gurih dan Renyah
Anak biasanya tertarik dengan sesuatu yang kecil dan keras. Terutama bagi anak yang sedang giginya sudah mulai tumbuh, mereka cenderung memasukkan segala sesuatu yang kecil dan keras. Untuk mengakali hal tersebut, Sahabat Fimela dapat menggantinya dengan keripik bayam atau keripik pisang.
Teksturnya yang keras akan membuat anak penasaran dan ingin memakannya. Rasa gurih yang terdapat pada camilan tersebut akan merangsang nafsu makan anak.
Advertisement
5. Membuat Jadwal Rutin
Terakhir, buatlah jadwal rutin makan anak. Jadwal rutin akan memicu rasa lapar anak di jam tertentu yang sudah dirancang sedemikian rupa. Jadwal rutin ini harus konsisten setiap hari agar bekerja seperti jam biologis manusia.
Dengan jadwal rutin, anak akan secara tidak langsung tahu bahwa dia harus makan di jam-jam tertentu. Hal ini akan berhasil apabila didukung dengan menu makan yang bervariasi sehingga anak tidak mudah bosan.
Semoga tips ini bermanfaat.