Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, terdapat banyak cara yang bisa di lakukan para orang tua untuk melatih mental, membangun empati, mengasah skill problem-solving, serta melatih kemampuan anak dalam kerja sama tim. Salah satunya adalah dengan mendorong anak untuk berkompetisi di bidang tertentu. Selain beberapa manfaat yang sudah disebutkan, kompetisi juga dapat mengajarkan anak tentang kerja keras, kedisiplinan, dan bagaimana menghadapi tantangan dengan percaya diri.
Oleh karena itu, orang tua berperan penting dalam membangun jiwa kompetitif pada anak. Namun, terkadang memiliki jiwa kompetitif yang berlebihan, justru mengundang hal-hal negatif, seperti adanya rasa penurunan harga diri jika anak kalah dalam berkompetisi, dan tekanan dari orang tua untuk menang. Hal inilah yang kemudian membuat anak terpaksa melakukan segala hal untuk mengalahkan lawan mereka.
Maka dari itu, orang tua perlu membangun jiwa kompetitif yang lebih sehat pada anak untuk mendukung perkembangan mental dan emosional mereka. Melalui artikel ini—yang dilansir dari blocksrock.com, sahabat Fimela akan mengetahui beberapa tips efektif untuk membangun jiwa kompetitif yang sehat pada anak.
Advertisement
Advertisement
1. Fokus pada Tujuan Awal
Tips pertama, sahabat Fimela dapat membantu anak untuk menetapkan tujuan awal yang bisa mereka capai, tetapi membutuhkan usaha yang cukup agar anak termotivasi. Selain itu, menetapkan tujuan adalah cara awal untuk membangun motivasi intrinsik, yang dapat membantu anak untuk tetap fokus dan berkembang. Dengan begitu, kamu bisa mengalihkan fokus anak dari yang sebelumnya sangat kompetitif untuk menang, menjadi fokus pada tujuan awal mereka.
2. Rayakan Segala Bentuk Pencapaian dan Peningkatan
Berikan pujian saat anak sedang berusaha mencapai tujuannya. Ketika anak sudah mencapai salah satu tujuannya, jangan langsung berpindah ke tujuan berikutnya, ya, sahabat Fimela. Sebaiknya, rayakan setiap bentuk pencapaian dan peningkatan anak, dengan menunjukkan bahwa kamu menghargai semua usaha yang telah mereka lakukan.
3. Ajarkan Nilai Positif tentang Kompetisi
Meski terkadang hasil kompetisi tidak seperti yang diharapkan, sebagai orang tua, sahabat Fimela harus mengajarkan sisi positif dari kompetisi. Berikan pemahaman bahwa terlepas dari menang atau kalah, mereka telah mempelajari banyak hal baru dari kompetisi yang diikuti. Sahabat Fimela juga bisa memberikan mereka pemahaman untuk tidak terlarut dalam penyesalan tentang "seandainya" atau "seharusnya" setelah kalah. Sebaliknya, fokuslah pada apa yang bisa dipelajari dari kegagalan tersebut dan bagaimana cara melanjutkan langkah ke depan.
4. Hilangkan Tradisi Menghukum Anak
Takut gagal bukanlah cara yang efektif untuk membangkitkan motivasi sejati pada anak. Meskipun rasa takut bisa mendorong anak untuk berusaha dalam jangka pendek, maupun jangka panjang, hal ini justru bisa berdampak negatif. Sebaiknya, ciptakan suasana yang mendukung, di mana anak merasa aman untuk mencoba, gagal, dan belajar dari pengalaman tersebut tanpa merasa dihukum. Dengan cara ini, mereka akan lebih termotivasi untuk berkembang dan berusaha tanpa tekanan berlebihan.
Advertisement
5. Sertakan Anak dalam Aktivitas Kolaboratif dan Kompetitif
Dorong anak untuk mencoba berbagai kegiatan yang memungkinkan mereka belajar menjadi teman kelompok yang baik, sekaligus berkompetisi dengan diri mereka sendiri. Kamu bisa membiarkan mereka bekerja sama dalam kelompok, atau bahkan berkompetisi dengan diri sendiri dengan mencatat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pola tertentu.
6. Jadilah Teladan yang Baik
Hal terakhir yang bisa kamu lakukan adalah dengan menunjukkan perilaku yang baik kepada anak-anak. Fokuslah pada sikap positif dalam setiap bentuk kompetisi—baik itu saat mendukung tim olahraga favorit, saat bermain game keluarga, atau saat bermain bola basket di lingkungan sekitar. Anak-anak akan memperhatikan bagaimana orang tua mereka merespons situasi kompetitif, dan mereka akan meniru sikap tersebut dalam kehidupan mereka sendiri.
Sahabat Fimela, semoga beberapa tips di atas dapat membantu kamu untuk menanamkan jiwa kompetitif yang sehat pada anak, ya! Ingat bahwa menanamkan jiwa kompetitif yang sehat pada anak bukanlah hal yang mudah dan instan. Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian, kesabaran, dan pembinaan yang tepat agar anak dapat mengembangkan sikap kompetitif yang positif.