Fimela.com, Jakarta Merangsang tumbuh kembang bayi sejak dini adalah langkah penting untuk memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia. Pada usia newborn, atau 0-28 hari pertama, bayi mengalami perkembangan pesat di berbagai aspek, mulai dari sensorik hingga motorik. Stimulasi yang tepat pada tahap ini dapat membantu memaksimalkan kemampuan mereka dalam merespons lingkungan dan membangun dasar untuk keterampilan-keterampilan di masa depan.
Menstimulasi bayi newborn dapat dilakukan melalui kegiatan bermain. Bermain sangat penting untuk perkembangan kognitif bayi newborn – yaitu, kemampuan bayi untuk berpikir, memahami, berkomunikasi, mengingat, berimajinasi, dan memprediksi apa yang mungkin terjadi selanjutnya. Hal ini karena bermain bagi bayi newborn berfokus pada interaksi dengan bayi dan merespons isyarat yang diberikan bayi. Interaksi responsif ini dapat merangsang otak bayi dan menciptakan jutaan koneksi.
Melalui interaksi tersebut, bayi juga belajar tentang dunia di sekitarnya – apakah dunia ini aman dan nyaman, apakah mereka dicintai, siapa yang mencintai mereka, dan banyak hal lainnya. Ketika bayi merasa aman, nyaman, dan dicintai, mereka cenderung akan memiliki kepercayaan diri untuk terus menjelajahi dan belajar. Hal ini sangat baik untuk perkembangan otak dan kognitif bayi. Namun, banyak orang tua baru yang mungkin merasa bingung tentang bagaimana cara memberikan stimulasi yang efektif tanpa berlebihan. Melansir dari raisingchildren.net.au, berikut ini merupakan beberapa ide kegiatan bermain yang dapat dilakukan untuk menstimulasi bayi newborn.
Advertisement
Advertisement
Ide Bermain untuk Mendorong Perkembangan Kognitif Bayi Newborn
1. Berinteraksi secara langsung
Sering-seringlah berbicara dengan bayi, menggendongnya, dan melakukan kontak mata. Suara orang tua akan menjadi suara yang paling dikenal oleh bayi, selain itu kontak mata juga dapat membantu membangun ikatan emosional yang erat. Saat berbicara, gunakan nada suara yang lembut dan penuh kasih. Hal ini dapat dilakukan dengan mengomentari apa yang sedang dilakukan, seperti "Mama sedang mengganti popok, ya?" atau "Wah, adik sudah kenyang, ya?" Hal ini membantu bayi mulai memahami pola komunikasi sejak dini.
2. Membaca dan bernyanyi
Bacakan cerita, nyanyikan lagu anak-anak. Mengulangi lagu atau cerita yang sama sangat baik untuk bayi, karena pengulangan adalah salah satu cara mereka belajar. Pilih cerita yang sederhana dengan gambar warna-warni dan nyanyikan lagu dengan nada yang mudah diingat. Mengulangi cerita atau lagu yang sama membantu bayi mengenali pola suara, ritme, dan kata-kata. Lagu-lagu sederhana seperti "Twinkle Twinkle Little Star" atau "Cicak Cicak di Dinding" dapat menjadi pilihan yang bagus.
3. Bermain ekspresi wajah
Buatlah ekspresi wajah bersama bayi. Ekspresi wajah adalah salah satu bentuk komunikasi pertama bayi. Buat permainan sederhana dengan membuat ekspresi wajah yang berbeda, seperti tersenyum lebar, mengedipkan mata, atau membuka mulut lebar. Jika bayi mulai meniru gerakan tersebut, hal ini menandakan bahwa mereka mulai belajar memperhatikan dan meniru perilaku orang di sekitar mereka. Permainan ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga membantu bayi mengenali emosi.
4. Tunjukkan benda visual
Letakkan benda-benda yang menarik, seperti mainan warna-warni, buku bergambar, atau cermin kecil, sekitar 20-30 cm dari wajah bayi. Bisa juga menggunakan mainan gantung atau baby play gym dengan warna kontras tinggi seperti hitam, putih, dan merah, yang lebih mudah dilihat oleh bayi baru lahir. Aktivitas ini membantu merangsang indera penglihatan bayi dan melatih fokus mereka.
5. Berikan mainan bertekstur lembut
Saat bayi sudah berusia beberapa minggu, berikanlah mainan lembut seperti boneka kecil, kain berbahan halus, atau rattle yang ringan. Dorong bayi untuk meraih dan menyentuh mainan tersebut. Aktivitas ini membantu melatih koordinasi tangan dan mata mereka, sekaligus mengenalkan tekstur dan bentuk baru. Bisa juga menggerakkan mainan di depan wajah bayi untuk mengajak mereka mengikuti gerakan dengan mata.
6. Berikan sentuhan lembut
Pijat bayi dengan lembut menggunakan minyak bayi atau lotion yang aman. Sentuh bagian jari tangan, jari kaki, atau perut bayi sambil berbicara atau bernyanyi. Selain memberikan rasa nyaman, sentuhan lembut ini membantu merangsang sistem saraf bayi dan memperkuat ikatan antara orang tua dan anak. Bisa juga membuat permainan seperti "Ini jari Mama, ini jari adik."
7. Mendengarkan suara
Bayi newborn biasanya menyukai suara lembut dan berirama. Dengarkan suara lonceng angin, musik klasik, atau suara alam seperti burung berkicau. Bisa juga mencoba berbagai jenis musik dan mengamati reaksi bayi. Jika bayi terlihat tenang dan menikmati suara tersebut, suara ini dapat digunakan sebagai cara untuk merangsang pendengaran mereka sekaligus menenangkan mereka.
Masa newborn adalah waktu yang berharga untuk mulai membangun dasar perkembangan kognitif, emosional, dan fisik bayi. Dengan melakukan stimulasi yang tepat melalui kegiatan bermain, bayi tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang bermanfaat, tetapi juga merasa aman dan dicintai. Bermain bersama bayi menciptakan momen-momen berharga yang akan memperkuat ikatan emosional sekaligus mendukung pertumbuhan optimal mereka. Ingatlah bahwa setiap bayi unik, jadi nikmati setiap proses dan temukan cara bermain yang paling sesuai untuk mereka.