Fimela.com, Jakarta Zakat mal merupakan salah satu kewajiban utama dalam ajaran Islam yang berhubungan langsung dengan harta kekayaan seorang Muslim. Setiap orang yang memiliki harta perlu memahami aturan dan cara perhitungan zakat mal agar dapat menunaikan kewajiban ini dengan benar. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengenai syarat-syarat wajib zakat mal serta langkah-langkah untuk menghitungnya.
Secara garis besar, zakat mal dikenakan pada harta yang telah mencapai nisab dan haul. Nisab adalah batas minimal harta yang harus dikeluarkan zakatnya, sementara haul adalah periode kepemilikan harta tersebut selama satu tahun penuh. Jadi, jika Anda memiliki harta yang memenuhi kriteria ini, maka Anda berkewajiban untuk menunaikan zakat mal.
Dirangkum oleh Fimela.com dari berbagai sumber pada hari Rabu (5/3/2025), berikut adalah ketentuan serta cara menghitung zakat mal yang perlu Anda ketahui.
Advertisement
Perbarui informasi Anda bersama Fokus edisi (27/03) dengan topik-topik pilihan di antaranya, Ricuh Pembagian Zakat Mal, Korban Longsor Ditemukan Meninggal, Es Durian Lumer Legendaris.
Advertisement
Jenis Harta yang Wajib Dizakati
Tidak semua harta wajib dikenakan zakat. Islam menetapkan syarat tertentu agar suatu harta terkena kewajiban zakat. Menurut Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan lembaga zakat lainnya, berikut beberapa jenis harta yang wajib dizakati:
- Uang tunai, tabungan, dan deposito
- Emas, perak, dan barang berharga lainnya
- Aset perdagangan dan usaha
- Hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan
- Hasil pertambangan dan sumber daya alam
- Hasil investasi seperti saham dan obligasi
- Pendapatan dari jasa profesi atau penghasilan tetap
Harta tersebut harus memenuhi syarat zakat mal, termasuk mencapai nisab dan kepemilikan penuh oleh pemiliknya.
Syarat Harta yang Wajib Dizakati
Sebelum membayar zakat mal, pastikan harta yang dimiliki memenuhi syarat wajib zakat berikut ini:
- Kepemilikan penuh Harta tersebut benar-benar dimiliki dan bisa dikelola oleh pemiliknya.
- Diperoleh dari sumber yang halal Harta yang berasal dari sumber haram tidak sah untuk dizakati.
- Mencapai nisab Nilai harta mencapai batas minimal yang ditentukan.
- Bebas dari utang Jika seseorang memiliki utang yang harus segera dibayar, maka nilai harta yang tersisa setelah membayar utang yang dihitung untuk zakat.
- Telah mencapai haul (satu tahun kepemilikan) Kecuali untuk zakat pertanian yang dibayarkan setiap kali panen.
Jika semua syarat ini terpenuhi, maka seorang Muslim wajib menunaikan zakat mal sesuai dengan perhitungannya.
Cara Menghitung Zakat Mal
Setelah memenuhi semua syarat di atas, perhitungan zakat mal relatif sederhana. Besarnya zakat mal adalah 2,5% dari total nilai harta bersih yang telah mencapai nisab dan haul. Berikut langkah-langkah untuk menghitung zakat mal:
- Identifikasi Harta: Identifikasi semua jenis harta yang termasuk dalam kategori zakat mal, seperti uang tunai, tabungan, emas, perak, surat berharga, hasil perdagangan, dan aset lainnya.
- Hitung Nilai Harta Bersih: Jumlahkan nilai semua harta dan kurangi dengan total utang yang dimiliki.
- Tentukan Nisab: Bandingkan nilai harta bersih dengan nisab yang berlaku (nilai 85 gram emas saat ini). Jika nilai harta bersih melebihi nisab, maka wajib membayar zakat.
- Hitung Zakat: Kalikan nilai harta bersih dengan 2,5%. Hasilnya adalah jumlah zakat yang harus dibayarkan.
Contoh perhitungan: Misalnya, seseorang memiliki uang tunai Rp150.000.000 dan tidak memiliki utang. Anggaplah nilai nisab saat ini adalah Rp85.000.000. Dikarenakan hartanya melebihi nisab, maka zakat yang harus dibayarkan adalah: 2,5% x Rp 150.000.000 = Rp 3.750.000.
Advertisement
Catatan Penting
Nilai nisab untuk emas dan perak bisa berubah setiap hari mengikuti fluktuasi harga pasar. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan lembaga zakat resmi atau ulama yang berkompeten agar mendapatkan informasi terkini mengenai nilai nisab tersebut. Penghitungan zakat mal idealnya dilakukan setiap tahun setelah mencapai haul. Anda dapat menunaikan pembayaran zakat melalui lembaga amil zakat (LAZ) yang terpercaya.
Untuk mendapatkan perhitungan yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi pribadi, sangat baik untuk berkonsultasi dengan lembaga zakat resmi atau ulama yang memiliki keahlian di bidang ini. Peraturan dan ketentuan zakat bisa bervariasi tergantung pada mazhab dan fatwa yang diikuti.
Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Fitrah
Meskipun sama-sama termasuk dalam kategori zakat, zakat mal dan zakat fitrah memiliki beberapa perbedaan mendasar. Memahami perbedaan ini penting agar umat Islam dapat menunaikan kedua jenis zakat tersebut dengan tepat. Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara zakat mal dan zakat fitrah:
- Objek Zakat: Zakat Mal dikenakan atas harta kekayaan seperti emas, perak, uang, hasil perdagangan, dan pertanian. Zakat Fitrah dikenakan atas diri setiap muslim.
- Waktu Pelaksanaan: Zakat Mal dapat dikeluarkan kapan saja setelah memenuhi syarat haul dan nisab, sedangkan Zakat Fitrah dikeluarkan khusus di bulan Ramadhan.
- Penerima Zakat: Zakat Mal dapat disalurkan kepada 8 golongan penerima zakat, sedangkan Zakat Fitrah diprioritaskan untuk fakir miskin.
- Besaran Zakat: Zakat Mal umumnya 2,5% dari total harta yang memenuhi syarat, sedangkan Zakat Fitrah besarnya tetap, yaitu 2,5 kg beras per jiwa.
Advertisement
People Also Ask (FAQ)
1. Apa itu zakat mal?
Zakat mal adalah zakat yang dikeluarkan dari harta atau kekayaan tertentu yang telah memenuhi syarat haul dan nisab sesuai ketentuan syariat Islam.
2. Kapan zakat mal harus dikeluarkan?
Zakat mal dapat dikeluarkan kapan saja setelah memenuhi syarat haul dan nisab, tanpa batasan waktu tertentu.
3. Bagaimana cara mengetahui nisab zakat mal?
Nisab zakat mal dapat diketahui dengan merujuk pada harga emas atau perak terkini, biasanya setara dengan 85 gram emas untuk zakat mal.
4. Apakah utang mempengaruhi perhitungan zakat mal?
Ya, utang harus dikurangi dari total harta sebelum menghitung zakat mal, sehingga hanya harta bersih yang dihitung.