Sukses

Info

Doa Ziarah Kubur Jelang Ramadan dan Urutan Bacaan yang Dianjurkan

Fimela.com, Jakarta Ketika bulan Ramadan semakin dekat, banyak umat Muslim yang melakukan ziarah ke makam untuk mendoakan sanak saudara atau orang-orang tercinta yang telah meninggal. Pemakaman di berbagai daerah pun tampak ramai oleh kehadiran anggota keluarga, bahkan banyak yang datang dari luar kota. Kegiatan ini telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang berbeda-beda namanya di berbagai tempat, seperti nyadran, nyekar, arwahan, atau munggahan, dan hingga kini masih terus dipertahankan.

Ziarah kubur tidak hanya sekadar mengenang mereka yang telah tiada, tetapi juga mengandung makna yang dalam, yaitu sebagai pengingat akan kematian dan pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati. Dalam hal ini, Rasulullah SAW mendorong umatnya untuk melakukan ziarah kubur sebagai bentuk refleksi dan doa, yang juga dapat membantu meningkatkan kekhusyukan saat menjalankan ibadah puasa yang akan segera datang.

Namun, pertanyaannya adalah, bagaimana cara yang tepat untuk melakukan ziarah kubur? Doa apa saja yang sebaiknya dibaca? Berikut ini adalah panduan lengkap mengenai doa yang dianjurkan saat ziarah kubur sebelum bulan Ramadan, termasuk urutannya, yang dirangkum oleh fimela.com dari berbagai sumber pada hari Sabtu (22/2).

Ziarah Kubur Menurut Rasulullah

Ziarah ke makam sebelum bulan Ramadan bukan sekadar sebuah kebiasaan, melainkan juga memiliki banyak keutamaan dalam agama Islam. Rasulullah SAW menganjurkan amalan ini karena memberikan manfaat baik bagi orang yang berziarah maupun bagi mereka yang telah meninggal dunia.

Beberapa keutamaan dari kegiatan ziarah kubur ini antara lain adalah mengingatkan kita akan kematian dan pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati. Selain itu, dengan mendoakan para ahli kubur, mereka diharapkan mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Kegiatan ini juga dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, terutama jika dilakukan bersama keluarga besar, sehingga kita bisa meraih pahala yang besar.

Terdapat kisah yang menyebutkan bahwa Rasulullah pernah melarang ziarah kubur, namun kemudian mengizinkannya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, Nasa'i, dan lainnya, beliau bersabda: "Dahulu aku melarang kamu ziarah kubur, maka ziarahilah ia, karena sesungguhnya hal itu dapat melunakkan hati, menitikkan air mata, dan mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kamu berkata buruk." dikutip dari NU Online.

Tata Cara Ziarah Kubur yang Dianjurkan

Untuk memastikan bahwa ziarah kubur sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam, terdapat beberapa adab dan prosedur yang perlu diperhatikan. Menurut informasi yang dikutip dari merdeka.com, berikut adalah langkah-langkah yang sebaiknya diikuti:

Tata Cara Ziarah Kubur

  • Niat yang ikhlas, hanya untuk mengharap ridha Allah dan bukan karena keyakinan yang menyimpang.
  • Berwudhu sebelum berziarah, sebagai tanda kesucian diri sebelum berdoa.
  • Mengucapkan salam kepada ahli kubur, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW:"Assalamu’alaikum dara qaumin mu’minin, wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun." (Artinya: Salam sejahtera atas kalian, wahai penghuni kubur kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan, dan kami insyaAllah akan menyusul kalian.)
  • Membaca doa istighfar untuk ahli kubur, memohonkan ampunan bagi mereka.
  • Membaca ayat-ayat Al-Qur’an, seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
  • Menghindari perilaku berlebihan, seperti meratap atau meminta sesuatu kepada ahli kubur.

 

Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunnah

Doa ziarah kubur dianjurkan untuk dibaca agar memberikan manfaat bagi ahli kubur dan sebagai pengingat bagi yang masih hidup. Berikut adalah doa yang bisa dibaca saat berziarah:

Doa Ziarah Kubur:

Latin: Allahummaghfirlahu warhamhu, wa’afihi wa’fu’anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkholahu, waghsilhu bil-ma’i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqihi minal khataya kama yunaqqats-tsaubul abyadu minad-danas, wa abdilhu daran khairan min darihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa adkhilhul jannata, wa a’idzhu min ‘adzabil qabri wa ‘adzabin nar.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia, selamatkan dan maafkanlah dia. Muliakan tempat tinggalnya, luaskan pintu masuknya, mandikan dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkan dia dari kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Berikan dia tempat tinggal yang lebih baik dari yang sebelumnya, keluarga yang lebih baik, dan pasangan yang lebih baik. Masukkan dia ke dalam surga dan lindungi dia dari siksa kubur serta siksa api neraka." 

Urutan Bacaan yang Dianjurkan dalam Ziarah Kubur

Agar ziarah kubur semakin lengkap, berikut adalah urutan bacaan yang dapat dilakukan:

  • Membaca Al-Fatihah sebanyak tiga kali.
  • Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali.
  • Membaca surat Al-Falaq dan An-Nas.
  • Membaca Ayat Kursi untuk memohon perlindungan Allah.
  • Membaca tahlil, tasbih, dan tahmid.
  • Mengucapkan doa khusus untuk ahli kubur.

Pertanyaan Seputar Ziarah Kubur Sebelum Ramadan

Apakah melakukan ziarah ke makam sebelum bulan Ramadan itu merupakan kewajiban?

Ziarah kubur bukan ibadah wajib, tetapi sunnah yang dianjurkan untuk mengingat kematian dan mendoakan ahli kubur.

Apa saja manfaat dari ziarah kubur sebelum datangnya Ramadan?

Kegiatan ini memiliki banyak manfaat, seperti membantu kita mengingat kehidupan setelah mati, memperkuat hubungan silaturahmi antar sesama, serta memberikan pahala bagi setiap orang yang melakukannya.

Apakah perempuan diperbolehkan untuk melakukan ziarah kubur?

Sebagian besar ulama memperbolehkan wanita untuk berziarah ke makam, asalkan mereka tidak berlebihan dalam menunjukkan kesedihan, seperti menangis atau meratap. 

Bagaimana sebaiknya cara membaca doa saat berziarah ke kubur?

Doa ziarah kubur sebaiknya dibaca dengan menghadap arah kiblat, dan disertai permohonan ampunan untuk para ahli kubur serta untuk diri kita sendiri. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading