Sukses

Parenting

Kenali Bakat Anak, Ini 4 Tips Mengasah Bakat Anak Sejak Dini

Fimela.com, Jakarta Sebagian orang tua mungkin masih berpikir bahwa bakat dan potensi anak bukanlah hal yang begitu penting untuk diasah. Atau, percaya bahwa bakat dan potensi yang dimiliki anak-anak itu akan tumbuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Padahal, dengan keunikan bakat yang dimiliki setiap individu, bisa berkembang lebih baik jika diasah. Melansir dari theconversation.com, menurut seorang psikolog, Benjamin Bloom, Apa yang dapat dipelajari oleh siapa pun di dunia, hampir semua orang dapat mempelajarinya jika disediakan kondisi belajar yang sesuai. 

Dengan memberikan dukungan dan stimulasi yang tepat, orang tua tentu akan menjadi tempat pertama bagi anak untuk mencapai potensi mereka. Namun, bagaimana cara mengasah bakat anak sejak dini?

1. Memperhatikan Pola Perilaku Anak

Pada masa pertumbuhan dan perkembangan berbagai sisi anak, mereka akan mulai menunjukkan kecenderungan kesukaan. Namun, penting sekali bagi para orang tua untuk tetap memperhatikan bagaimana anak bermain, belajar, hingga berinteraksi dengan orang lain. Pahami perlahan kecenderungan anak dalam memimpin atau mengikuti, saat memecahkan masalah, apakah mengekspresikan diri melalui seni atau cara lainnya. Pada fase ini, parents tidak perlu langsung mendorong anak pada satu kecenderungan, biarkan anak bereksplorasi sambil mengamati perilakunya. Secara tidak langsung, parents dapat mengidentifikasi bakat dan potensi si kecil yang tersembunyi.

2. Mendengarkan Minat Anak

Setelah mengamati perilaku anak, salah satu langkah pertama dalam mengasah bakat anak adalah dengan mendengarkan minat mereka. Keinginan pada anak pada dasarnya tidak selalu harus didorong dan terpaksa. Biarkan anak secara natural mengenal berbagai minat dan hobi. Kemudian, dengan berbagai minat dan hobi disekelilingnya, cobalah untuk membiasakan berkomunikasi akan minat yang diinginkan untuk diperdalam oleh anak. Dengan membiasakan untuk membicarakan hal seperti ini, anak akan terbiasa terbuka dengan keinginannya.

3. Menjadi Role Model

Tidak jarang, anak-anak berkembang dengan bakat yang mengikuti orang tuanya. Apalagi, memang anak-anak belajar banyak melalui yang dilihat dan dijadikan contoh. Sebagai orang tua, peran kita sangatlah dekat untuk dicontoh anak-anak. Bukan berarti menujukkan bagaimana kesuksesan di dunia pekerjaan, parents bahkan bisa mencontohkan dari hal-hal kecil dan sederhana dirumah. Jadilah role model yang baik dengan menunjukkan sikap disiplin, kerja keras, dan semangat belajar.

4. Bantu Anak Mengembangkan Potensi

Setelah berbagai upaya yang dilakukan bersama anak, janganlah berhenti untuk terus membantu anak. Anak-anak mungkin akan terus dihantui dengan berbagai keinginan. Fase ini juga akan menantang bagi orang tua, karena keinginan anak untuk mengikuti teman-temannya, seperti rasa takut tertinggal.

Disini, biasakan untuk tidak terlalu melindungi anak. Biarkan anak sedikit-sedikit menghadapi tantangan dan belajar dari kesalahan. Penting untuk terus menerapkan prinsip pada anak atas tujuan yang dimiliki. Setelah mengetahui minat anak, berikan dukungan dan fasilitas yang mereka butuhkan untuk mengembangkan bakatnya. Seperti menyediakan alat-alat melukis dan mengajaknya mengikuti kursus seni, mengajak berolahraga dan lain-lain.

Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Inilah yang membuat orang tua tidak bisa  membandingkan anak dengan anak lain. Jangan khawatir, ada banyak cara sederhana di rumah untuk mengasah bakat anak, namun orang tua harus melawan rasa malas dan memiliki effort lebih untuk membersamai anak-anak untuk investasi jangka panjang yang sangat berharga. Penulis: Nadya Aufia#Unlocking the Limitless

 

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading