Fimela.com, Jakarta Pernah membayangkan mendaki gunung, menikmati keindahan alam, tapi malah jatuh sakit? Penyakit Ketinggian Akut atau Acute Mountain Sickness (AMS) mengintai! AMS terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap kadar oksigen rendah di ketinggian >2000 meter. Gejalanya, seperti sakit kepala dan mual, bisa muncul 1-2 hari setelah mendaki. Untungnya, pencegahan dan penanganan tepat bisa menyelamatkan liburanmu!
Siapa pun yang mendaki gunung berisiko, kapan pun, di mana pun gunung itu berada. Mengapa? Karena tubuh butuh adaptasi pada ketinggian ekstrem. Bagaimana mencegahnya? Dengan pendakian bertahap dan hidrasi yang cukup. Jangan sampai liburanmu berakhir di rumah sakit!
Yuk, kita bahas lebih dalam! Dilansir dari berbagai sumber, artikel ini akan memberikan informasi penting tentang AMS, tips pencegahan, dan pertolongan pertama. Simak baik-baik, Sahabat Fimela, agar petualanganmu aman dan menyenangkan!
Advertisement
Advertisement
Gejala AMS: Kenali Lebih Awal, Tangani Lebih Cepat
Sahabat Fimela, gejala AMS beragam. Sakit kepala adalah yang paling umum, seringkali tanda awal. Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan juga sering terjadi. Jangan anggap sepele, ya!
Kelelahan ekstrem, bahkan saat istirahat, juga menjadi pertanda. Rasa tidak enak badan (malaise), gangguan tidur, pusing, atau ringan kepala juga perlu diwaspadai. Segera turun ke tempat yang lebih rendah jika merasakan gejala ini.
Perhatikan perubahan tubuhmu. Jika gejala memburuk, segera cari pertolongan medis. Jangan tunda, Sahabat Fimela!
AMS yang Lebih Parah: HAPE dan HACE
Sahabat Fimela, jika AMS tidak ditangani, bisa berkembang menjadi HAPE (High Altitude Pulmonary Edema) atau HACE (High Altitude Cerebral Edema). HAPE ditandai pembengkakan paru-paru karena penumpukan cairan, gejalanya sesak napas.
HAPE sangat berbahaya. Sedangkan HACE, pembengkakan otak, gejalanya ataksia (kehilangan koordinasi), kebingungan, dan perubahan status mental. HACE butuh penanganan medis segera!
Kedua kondisi ini mengancam jiwa. Jika Sahabat Fimela mendaki dengan teman, saling awasi dan segera turun jika ada gejala serius.
Advertisement
Pencegahan dan Perawatan AMS
Sahabat Fimela, pencegahan terbaik adalah pendakian bertahap. Beri tubuh waktu untuk beradaptasi. Minum banyak cairan sangat penting. Jangan sampai dehidrasi!
Perawatan biasanya melibatkan turun ke ketinggian lebih rendah, istirahat, dan obat pereda gejala. Untuk HAPE dan HACE, butuh oksigen tambahan, obat-obatan, dan evakuasi medis segera.
Sahabat Fimela, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mendaki, terutama jika punya riwayat kesehatan tertentu. Ketahui batasan tubuhmu!
Kesimpulan: Sahabat Fimela, AMS adalah kondisi serius tapi bisa dicegah dan diobati jika ditangani tepat. Ketahui gejala, ambil tindakan pencegahan, dan cari pertolongan medis jika perlu. Selamat mendaki!