Sukses

Parenting

Mengenal Egalitarian Parenting, Membangun Kemitraan Seimbang dalam Mendidik Anak

Fimela.com, Jakarta Membangun keluarga harmonis adalah impian banyak orang. Namun, bagaimana cara mencapainya ketika peran orangtua sering kali terjebak dalam pembagian tradisional? Konsep parenting egalitarian hadir sebagai angin segar, menawarkan pendekatan baru dalam pengasuhan yang setara dan seimbang.

Banyak yang berpikir bahwa pola asuh tradisional adalah satu-satunya cara, namun zaman terus berubah. Kebutuhan anak-anak kini tidak hanya sebatas perhatian dari satu orangtua saja, melainkan dukungan penuh dari kedua belah pihak. Parenting egalitarian mengajarkan bagaimana peran orangtua dapat berjalan beriringan tanpa adanya perbedaan dalam tanggung jawab.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan parenting egalitarian? Bagaimana penerapannya di kehidupan sehari-hari? Dilansir dari Dr. Camden Morgante, berikut pembahasan lengkap yang akan membuka wawasan baru tentang pengasuhan modern ini.

Mengapa Egalitarian Parenting Penting Diterapkan?

Dalam beberapa dekade terakhir, konsep kesetaraan dalam berbagai aspek kehidupan semakin banyak diterima. Hal ini tidak hanya berlaku dalam dunia kerja, tetapi juga dalam pengasuhan anak. Parenting egalitarian adalah pola asuh di mana kedua orangtua berbagi peran secara setara dalam mengasuh dan mendidik anak.

Penerapan pola ini tidak hanya mengurangi beban salah satu pihak, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih erat antara orangtua dan anak. Dengan berbagi tanggung jawab, anak akan merasa mendapatkan perhatian yang seimbang dari kedua orangtua. Hal ini juga memberikan contoh nyata tentang kerja sama dan saling menghormati dalam keluarga.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh egalitarian cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi. Mereka juga tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri dan terbuka terhadap berbagai perspektif.

Langkah Sederhana Memulai Parenting Egalitarian

Memulai parenting egalitarian mungkin terasa sulit pada awalnya, terutama jika terbiasa dengan pola asuh tradisional. Namun, langkah kecil dapat membawa perubahan besar.

1. Komunikasi yang Terbuka

Diskusikan ekspektasi dan tanggung jawab dengan pasangan. Pastikan semua keputusan diambil bersama sehingga tidak ada pihak yang merasa terbebani.

2. Membagi Tugas Secara Merata

Mulailah dengan membagi tugas harian, seperti mengganti popok, memasak, atau menemani anak belajar. Pembagian ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga memberi anak pengalaman yang beragam dari kedua orang tua.

3. Memberi Dukungan Emosional

Selain tugas fisik, peran emosional juga perlu dibagi. Saling mendukung ketika menghadapi tantangan parenting akan membuat hubungan lebih kuat.

Manfaat Jangka Panjang Parenting Egalitarian

Menerapkan parenting egalitarian memberikan manfaat yang luar biasa, tidak hanya untuk anak, tetapi juga untuk hubungan pasangan.

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan egalitarian cenderung lebih menghargai kesetaraan gender. Mereka belajar bahwa peran dalam keluarga tidak ditentukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh kerja sama dan saling mendukung.

Bagi pasangan, pola asuh ini membantu menciptakan hubungan yang lebih harmonis. Dengan berbagi tanggung jawab, beban emosional menjadi lebih ringan, sehingga keduanya dapat menikmati waktu bersama tanpa merasa kelelahan.

Pada akhirnya, parenting egalitarian adalah tentang menciptakan keseimbangan. Bukan hanya soal siapa yang melakukan apa, tetapi bagaimana peran yang dijalankan dapat membawa kebahagiaan dan keharmonisan dalam keluarga. Jadi, siapkah mencoba pendekatan ini untuk masa depan keluarga yang lebih baik?

 

 

Penulis: Virlia Sakina Ramada

#Unlocking the Limitless

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading