Fimela.com, Jakarta Malam kutub, atau yang dikenal dengan istilah polar night, adalah salah satu fenomena alam yang memukau yang terjadi di ujung paling utara dan selatan planet kita. Apa yang membuat fenomena ini begitu mempesona? Polar night ditandai dengan malam yang berlangsung lebih dari 24 jam, bahkan bisa berlangsung hingga beberapa bulan. Ini disebabkan oleh kemiringan sumbu Bumi yang sekitar 23,5 derajat, mengakibatkan wilayah-wilayah dekat Kutub Utara dan Kutub Selatan tidak mendapatkan sinar matahari langsung selama waktu-waktu tertentu dalam setahun.
Walaupun disebut malam, polar night bukan berarti gelap gulita. Ada cahaya lembut yang dihasilkan dari pembiasan sinar matahari oleh atmosfer, yang kita kenal sebagai senja. Tingkat kecerahan senja ini bergantung pada seberapa jauh lokasi tersebut dari kutub dan seberapa rendah matahari berada di bawah cakrawala. Senja ini terbagi dalam beberapa tingkatan: senja sipil, senja nautika, dan senja astronomi, yang masing-masing ditentukan oleh sudut ketinggian matahari di bawah cakrawala.
Fenomena polar night ini terjadi di dalam lingkaran kutub, yang terletak sekitar 66,5 derajat lintang utara dan selatan. Di Kutub Utara, polar night biasanya berlangsung dari September hingga Maret, sementara di Kutub Selatan, terjadi dari Maret hingga September. Durasi malam kutub ini bervariasi tergantung seberapa dekat lokasi tersebut dengan kutub; semakin dekat ke kutub, semakin lama malam kutub tersebut berlangsung. Beberapa tempat hanya mengalami polar night selama beberapa hari, sementara tempat lain dapat mengalaminya selama berbulan-bulan.
Advertisement
Bukan hal yang berbau astronomi, benda-benda unik ini tertinggal di bulan oleh para astronot saat berkunjung ke sana.
Advertisement
Wilayah yang Mengalami Polar Night
Beberapa negara di belahan Kutub Utara yang mengalami malam kutub antara lain Norwegia, Alaska di Amerika Serikat, Kanada, Greenland, Finlandia, dan Rusia. Sebaliknya, di Kutub Selatan, hanya Antartika yang merasakan fenomena ini. Malam kutub menjadi pengalaman yang sangat unik bagi penduduk setempat maupun para wisatawan yang mengunjungi daerah-daerah tersebut.
Ambil contoh Norwegia, di mana kota Tromsø terkenal dengan malam kutubnya yang berlangsung sekitar dua bulan. Selama periode ini, penduduk dan wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas menarik, seperti menyaksikan aurora borealis yang memukau. Fenomena malam kutub ini berlawanan dengan hari kutub atau matahari tengah malam, ketika matahari tetap bersinar di atas cakrawala selama lebih dari 24 jam.
Durasi Polar Night
Durasi malam kutub sangat bergantung pada seberapa dekat suatu wilayah dengan kutub. Semakin dekat wilayah tersebut dengan kutub, semakin lama malam kutub yang dialaminya. Misalnya, di Tromsø, Norwegia, malam kutub dapat berlangsung dari 21 November hingga 21 Januari. Sementara itu, di Svalbard, Norwegia, fenomena ini dapat terjadi dari 14 Januari hingga 29 Januari.
Di wilayah yang lebih dekat dengan kutub, malam kutub bisa bertahan hingga beberapa bulan. Sebaliknya, di daerah yang sedikit lebih jauh, fenomena ini mungkin hanya berlangsung beberapa hari. Oleh karena itu, malam kutub di wilayah-wilayah ini menjadi fenomena alam yang sangat istimewa dan menarik perhatian.
Advertisement
Efek Polar Night terhadap Kehidupan Manusia, Hewan, dan Tumbuhan
Malam kutub, atau polar night, memiliki dampak yang cukup signifikan bagi manusia yang tinggal di wilayah kutub. Salah satu efek utamanya adalah minimnya paparan sinar matahari, yang dapat mempengaruhi produksi vitamin D—unsur penting bagi kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh. Tanpa sinar matahari yang memadai, penduduk di daerah ini berisiko mengalami kekurangan vitamin D.
Selain itu, fenomena malam kutub juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurangnya cahaya matahari dapat berkontribusi pada gangguan mental seperti depresi, terutama di kalangan mereka yang tinggal di wilayah dengan durasi malam kutub yang panjang. Oleh karena itu, sangat penting bagi penduduk di sana untuk mencari sumber cahaya buatan yang bisa membantu mengurangi dampak negatif ini.
Di sisi lain, hewan-hewan yang hidup di daerah kutub, seperti beruang kutub, telah beradaptasi dengan baik terhadap kondisi ekstrem ini. Mereka memiliki mekanisme khusus untuk bertahan hidup di tengah kegelapan panjang dan cuaca yang keras. Tumbuhan juga menyesuaikan diri dengan menyimpan cadangan makanan yang dihasilkan selama musim panas, meskipun malam kutub yang terlalu lama dapat mengganggu kelangsungan hidup mereka.
Polar Night dan Fenomena Aurora
Salah satu daya tarik paling memukau selama malam kutub adalah fenomena aurora. Aurora borealis, yang dikenal sebagai cahaya utara, menghiasi langit di Kutub Utara, sementara aurora australis, atau cahaya selatan, menerangi langit di Kutub Selatan. Fenomena menakjubkan ini terjadi ketika partikel bermuatan dari Matahari bertemu dengan gas-gas seperti oksigen dan nitrogen di atmosfer, menciptakan pertunjukan cahaya berwarna-warni yang memikat.
Aurora sering menjadi magnet bagi para wisatawan yang terpesona oleh keindahan langit kutub yang gelap. Meski siang hari di wilayah kutub sangat singkat dan malamnya begitu panjang, aurora bisa menari dengan anggun di langit, menyajikan pemandangan yang spektakuler, terutama saat bulan purnama menerangi malam.
Fenomena ini bukan hanya menambah keindahan langit malam di kutub, tetapi juga menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka yang beruntung menyaksikannya. Malam kutub dengan auroranya menjadi salah satu fenomena alam paling menakjubkan dan luar biasa di dunia.
Advertisement
Mengapa Polar Night Menjadi Daya Tarik Wisata?
Malam kutub atau polar night menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak wisatawan karena merupakan fenomena alam yang jarang ditemui di tempat lain. Negara-negara seperti Norwegia, Finlandia, dan Islandia menawarkan paket wisata yang memungkinkan pengunjung untuk merasakan sensasi malam kutub sambil menikmati keindahan aurora borealis yang memukau. Beragam aktivitas menarik dapat dinikmati, mulai dari berkeliling dengan kereta luncur yang ditarik oleh anjing, memancing di bawah lapisan es yang tebal, hingga sekadar meresapi keheningan malam yang panjang dan magis.
Bagi banyak orang, berada di wilayah kutub selama malam kutub adalah pengalaman yang langka dan menakjubkan. Oleh karena itu, meskipun menghadapi malam yang panjang dan gelap, polar night tetap menjadi destinasi wisata yang memikat bagi para pencinta alam dan mereka yang terpesona oleh keunikan fenomena alam.
People Also Ask (FAQ)
1. Apa yang terjadi pada suhu selama polar night?
Selama polar night, suhu di daerah kutub dapat sangat rendah. Tanpa sinar matahari yang cukup, suhu bisa turun drastis, dan salju dapat menumpuk, menciptakan pemandangan yang indah namun ekstrem.
2. Apakah ada kehidupan di daerah yang mengalami polar night?
Ya, meskipun tantangan cuaca yang ekstrem, banyak hewan dan manusia yang beradaptasi dengan kondisi ini. Penduduk lokal menggunakan teknologi dan tradisi untuk bertahan hidup, sementara beberapa spesies hewan, seperti beruang kutub dan penguin, memiliki cara unik untuk beradaptasi dengan kegelapan.
3. Bagaimana polar night mempengaruhi aktivitas manusia?
Aktivitas manusia selama polar night sering kali berfokus pada kegiatan indoor, seperti berkumpul dengan keluarga, berolahraga, atau berpartisipasi dalam festival lokal. Namun, beberapa orang juga berusaha menikmati keindahan alam, seperti aurora borealis.
4. Apakah polar night selalu terjadi di waktu yang sama setiap tahun?
Tidak selalu. Meskipun polar night terjadi pada periode tertentu, waktu dan durasi pastinya dapat bervariasi sedikit dari tahun ke tahun tergantung pada posisi Bumi dalam orbitnya.