Fimela.com, Jakarta Waktu tidur adalah salah satu waktu berharga bagi pertumbuhan manusia. Bukan hanya berharga, pada dasarnya setiap kita akan selalu membutuhkan waktu untuk mengistirahatkan seluruh anggota tubuh kita setelah melewati kesibukan sehari-hari. Namun, parents mungkin mengetahui kalau anak-anak seringkali menganggap tidur adalah hal yang sangat berat untuk dilakukan. Anak-anak dan dunianya yang sedang penuh penasaran biasanya merasa tidur adalah sebuah paksaan, karena mereka masih ingin bermain. Tidak hanya itu, banyak penyebab lain mengapa anak-anak sering kesulitan untuk memanfaatkan waktu tidur.
Padahal, anak-anak yang sedang sangat dekat dengan pertumbuhan dan perkembangannya tentu membutuhkan tidur nyenyak yang cukup. Untuk membangun kebiasaan tidur yang lebih sehat, orang tua memang menghadapi berbagai tantangan.
Kesulitan anak untuk tidur sebenarnya terbentuk dari banyak hal, seperti kebiasaan tidur yang tidak baik. Meski beriringan dengan beberapa tantangan, parents masih bisa mengupayakan anak-anak untuk memiliki kebiasaan tidur yang lebih sehat dan berkualitas. Salah satunya dengan mencoba penerapan sleep hygiene. Simak pembahasan berikut untuk memahami cara menerapkannya!
Advertisement
Advertisement
Penerapan Sleep Hygiene Pada Anak
Banyak orang mungkin sudah ingin memulai kebiasaan tidur yang lebih baik, namun terhalang dengan pola hidup kesehariannya hingga hal-hal yang dilakukan sebelum tidur. Melansir dari sleepfoundation.org, sleep hygiene adalah kebiasaan dan perilaku-perilaku yang bisa membantu untuk mendorong waktu tidur yang lebih baik. Bagaimana dengan anak-anak? Peran orang tua tentu sangat penting untuk memulai kebiasaan sleep hygiene pada anak-anak. Yuk, mulai penerapan berikut!
1. Rutinitas Tidur
Sebagaimana keseharian anak terbentuk dari rutinitas, kegiatan sebelum tidur yang konsisten juga akan membantu tubuh dan pikiran anak mempelajari waktu-waktu untuk tenang dan bersiap tidur. Nah, untuk membiasakan ketenangan itu, Parents bisa mencoba dari sekitar 20 menit sebelum tidur dengan tiga sampai empat kegiatan. Seperti mengenakan piyama, menyikat gigi, membaca, atau mematikan lampu. Rutinitas ini secara tidak sadar membantu anak-anak mengenal waktu istirahat dengan nyaman tanpa paksaan.
2. Menetapkan Jadwal Tidur
Beriringan dengan kegiatan yang dilakukan sebelum tidur, tetaplah menentukan waktu yang konsisten. Jika Parents mengajak anak untuk melakukan rutinitas sebelum tidur yang terlalu malam, maka kemungkinan besar anak-anak akan terbiasa dengan waktu malam. Karena, jadwal tidur bekerja dengan jam biologis alami anak untuk mendorongnya tertidur teratur. Jadi cobalah untuk menjaga waktu tidur yang sama meskipun anak sedang tidak memiliki jadwal sekolah.
Memulai Kebiasaan Tidur Sehat
3. Hindari Screen Time di Malam Hari
Anak-anak biasanya masih sangat rentan terhadap efek cahaya layar. Apalagi, dengan perkembangan teknologi yang kini menghantui anak untuk terus-menerus mencari waktu di depan layar yang menstimulasi otak, sehingga lebih sulit untuk tidur. Untuk memulai sleep hygiene, parents juga perlu membiasakan mengatur waktu screen time. Bukan hanya anak, parents juga tidak boleh terlihat sedang sibuk di depan layar saat waktu-waktu tidur agar anak melihat contohnya dan mengikutinya.
4. Aktivitas Fisik Sehari-hari
Pola hidup sehat adalah hal yang penuh berkaitan dengan banyak hal. Salah satunya waktu tidur. Aktivitas fisik terbukti sehari-hari dapat membantu orang dari segala usia memiliki kualitas tidur yang lebih baik. Meski anak-anak kini lebih memilih kegiatan menonton atau bermain game, ajaklah anak-anak untuk mengikuti aktivitas bergerak setiap hari. Namun, hindari aktivitas berat dalam waktu dua jam sebelum tidur.
5. Memberikan Afirmasi Positif Sebelum Tidur
Parents, saat ingin tidur, anak-anak seringkali dihantui perasaan takut. Bisa saja terbawa dari obrolannya dengan teman-teman di sekolah tentang hal mengerikan, dari tontonan, atau barang-barang didekatnya yang terasa seram. Yuk coba berikan afirmasi positif dan kebahagiaan sebelum anak tidur agar mereka mengenal waktu tidur tanpa rasa ketakuan.
Penulis: Nadya Aufia#Unlocking the Limitless