Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, apakah kamu pernah merasa terombang-ambing dalam kehidupan, mencari makna di tengah hiruk-pikuk dunia yang penuh kontradiksi? Jika iya, maka Beautiful World, Where Are You? karya Sally Rooney bisa menjadi rekomendasi bacaan yang menarik untukmu.
Novel ini bukan tentang sekadar kisah cinta atau persahabatan biasa, tetapi juga eksplorasi mendalam tentang eksistensi, hubungan manusia, dan ketimpangan sosial. Dengan gaya khas Rooney yang menggabungkan dialog tajam dan narasi yang penuh emosi, novel ini menghadirkan pengalaman membaca yang begitu menggugah sekaligus terasa dekat dengan keseharian.
Advertisement
Advertisement
Blurb Novel
Judul: Beautiful World, Where are You
Penulis: Sally Rooney
Penerjemah: Rio Johan
Penyunting: Ipank Pamungkas
Penyelaras Akhir: Puput Alvia
Tata Letak: S. Makruf
Ilustrasi Sampul: Sekar Bestari
Rancang Sampul: Katalika Project
Penerbit: Shira Media
Dunia tampaknya mampu menyelipkan hal-hal semacam ini, dan mataku mampu, otakku mampu, menerima dan memahaminya. Aku lelah, ini sudah larut, aku duduk setengah tertidur di belakang taksi, mengingat anehnya ke mana pun aku pergi, kamu bersamaku, begitu juga dia, dan selama kalian berdua hidup, dunia akan tetap akan indah bagiku.
***
"Aku benci tempat itu. Tetapi orang tidak akan menggajiku untuk melakukan sesuatu yang kusukai, 'kan? Pada dasarnya itulah pekerjaan, kalau kamu menyukainya kamu akan melakukannya cuma-cuma." (Beautiful World, Where are You? hlm. 4)
"Dan Alice, aku benar-benar merasa gagal, dan sedikit banyak hidupku sungguhlah bukan apa-apa, dan sangat sedikit orang yang peduli dengan apa yang terjadi di dalamnya. Terkadang sangat sulit untuk memahami maknanya, ketika hal-hal dalam hidup yang menurutku bermakna ternyata tidak berarti apa-apa, dan orang-orang yang seharusnya mencintaiku ternyata tidak mencintaiku." (Beautiful World, Where are You? hlm. 45-46)
"Bukannya aku benar-benar ingin mati atau semacamnya, tapi aku juga tidak bisa terlalu dibuat kacau oleh hidup. Aku tidak tahu apakah kamu akan menyebutnya gangguan mental. Aku baru saja mengalami beberapa bulan di mana aku benar-benar tidak peduli tentang hidup bangun dan pergi kerja dan sebagainya. Aku benar-benar kehilangan pekerjaan yang kumiliki saat itu, itulah kenapa aku kerja di gudang sekarang." (Beautiful World, Where are You? hlm. 57)
"Aku berkata pada diri sendiri bahwa aku ingin menjalani kehidupan yang bahagia, dan bahwa keadaan untuk kebahagiaan belum muncul begitu saja. Tetapi bagaimana kalau itu tidak benar? Bagaimana kalau aku yang tidak bisa membiarkan diriku bahagia? Karena aku takut, atau aku lebih suka mengasihani diri sendiri, atau aku tidak percaya aku pantas mendapatkan hal-hal yang baik, aku selalu mendapati diriku berpikir: Kira-kira berapa lama sampai semua ini menjdi buruk. Dan aku hampir ingin yang terburuk terjadi lebih cepat, lebih cepat daripada nanti, dan kalau memungkinkan langsung terjadi, dengan demikian setidaknya aku tidak perlu merasa cemas lagi." (Beautiful World, Where are You? hlm. 232-233)
***
Kisah dalam novel ini berpusat pada empat karakter utama yang tengah berada dalam fase pencarian jati diri. Alice Kelleher, seorang novelis sukses, justru merasa terasing dari dunia setelah mencapai ketenaran. Ia memutuskan untuk pindah ke desa kecil demi menjauhi tekanan industri sastra, tetapi kehidupannya tetap diliputi kebimbangan.
Di sisi lain, sahabatnya, Eileen Lydon, seorang editor majalah sastra di Dublin, merasa stagnan dalam karier dan kehidupan pribadinya. Ia terjebak dalam tarik-ulur emosional dengan Simon Costigan, teman masa kecilnya yang selalu hadir dalam hidupnya, tetapi tidak pernah benar-benar menjadi miliknya.
Felix Brady, pria pekerja gudang yang memiliki pandangan hidup berbeda dari Alice, justru menjadi sosok yang mengisi hari-hari sang novelis. Meski berasal dari latar belakang yang bertolak belakang, hubungan mereka berkembang menjadi sesuatu yang lebih kompleks dan penuh tantangan.
Sementara itu, Simon, seorang pria religius dengan ambisi politik, berusaha mencari keseimbangan antara keyakinannya, kariernya, dan perasaannya terhadap Eileen. Keempat karakter ini menghadapi kebingungan masing-masing, mempertanyakan cinta, persahabatan, dan makna kebahagiaan sejati.
Keunikan novel ini terletak pada formatnya yang sebagian besar berupa pertukaran email antara Alice dan Eileen. Melalui surat elektronik ini, mereka berbagi pemikiran mendalam tentang kehidupan, kapitalisme, politik, dan hubungan manusia.
Rooney dengan cerdas menghadirkan percakapan yang terasa nyata, penuh refleksi, dan sering kali menusuk realitas kehidupan modern. Hal ini membuat kita sebagai pembaca bisa sekaligus merenungkan isu-isu yang diangkat dalam novel ini selain mengikuti alur ceritanya.
Tema utama yang diangkat dalam Beautiful World, Where Are You? sangat relevan dengan kehidupan masa kini. Eksistensialisme dan krisis identitas menjadi benang merah yang menghubungkan para karakter.
Karakter-karakter dalam novel ini dibuat seakan merasa tersesat dalam jalan hidup masing-masing, bertanya-tanya tentang tempat mereka di dunia, serta mencari kebahagiaan yang sering kali terasa sulit digapai.
Dinamika hubungan manusia, baik dalam persahabatan maupun cinta, juga menjadi sorotan utama. Bagaimana seseorang berkomunikasi, memahami, dan menerima orang lain dengan segala ketidaksempurnaannya adalah salah satu pesan kuat dalam novel ini.
Selain itu, Rooney juga mengeksplorasi ketimpangan sosial dan ekonomi yang memengaruhi cara orang menjalani hidup dan membangun hubungan. Alice dan Felix, misalnya, berasal dari dua dunia yang berbeda—yang satu adalah intelektual sukses, sementara yang lain adalah pekerja biasa. Namun, dalam percakapan mereka, perbedaan ini justru menjadi bahan refleksi yang menarik tentang bagaimana kelas sosial membentuk pengalaman dan perspektif seseorang terhadap dunia.
Membaca Beautiful World, Where Are You? seperti menyelami labirin emosi yang penuh dengan pertanyaan-pertanyaan eksistensial. Novel ini mengajak kita untuk tidak hanya melihat hubungan antar manusia sebagai sesuatu yang sederhana, tetapi juga sebagai sesuatu yang rumit, mendalam, dan sering kali tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Penulis dikenal sangat piawai dalam menangkap dinamika manusia dengan cara yang begitu personal dan autentik.
Keunikan novel ini adalah tidak ada penggunaan tanda kutip untuk setiap dialog percakapan. Sehingga mungkin akan membuat kita agak bingung untuk mengikuti narasinya. Tapi, coba baca perlahan, maka nanti kita bisa dengan sendirinya mengetahui siapa yang sedang berbicara dan bagaimana dinamika percakapannya memberi kesan unik tersendiri.
Jadi, jika kamu mencari novel yang tidak hanya menyentuh hati tetapi juga menggugah pikiran, Beautiful World, Where Are You? bisa menjadi pilihan yang menarik. Kisahnya yang realistis, penuh makna, dan ditulis dengan gaya yang cerdas akan memberikan pengalaman membaca yang berbeda dari novel-novel romantis pada umumnya. Siapkan dirimu untuk terbawa dalam arus kisah yang penuh introspeksi hingga untaian percakapan yang akan terus terngiang dalam benakmu. Apakah kamu siap menemukan jawabannya?