Fimela.com, Jakarta Seni dan mode adalah dua bidang yang saling berkaitan dalam menciptakan ekspresi visual yang unik. Mode tidak sekadar berfungsi sebagai kebutuhan sandang, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan ide, identitas, dan bahkan kritik sosial—hal yang juga menjadi inti dari karya seni. Seiring berkembangnya zaman, batas antara mode dan seni semakin kabur, dengan banyak desainer mode yang mengambil inspirasi dari seniman, dan sebaliknya, seniman yang menuangkan karya mereka ke dalam medium fashion.
Kolaborasi antara dunia seni dan mode telah menghasilkan berbagai inovasi menarik, dari kain bercorak artistik hingga desain pakaian yang menyerupai instalasi seni. Pameran yang menggabungkan keduanya bukan hanya sekadar peragaan busana, tetapi juga sebuah pernyataan artistik yang mendalam. Mode menjadi kanvas bagi seniman untuk bercerita, sementara seni mendapatkan ruang untuk lebih dekat dengan keseharian masyarakat melalui pakaian yang dikenakan.
Salah satu bentuk perpaduan seni dan mode ini hadir dalam kolaborasi antara Sejauh Mata Memandang dan seniman Eko Nugroho. Di Plaza Indonesia, mereka menghadirkan pameran yang menyatukan tekstil khas Nusantara dengan estetika seni kontemporer, menciptakan karya yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki makna mendalam.
Advertisement
Advertisement
Pameran Mode yang Intim dan Eksploratif
Melanjutkan eksplorasi seni dalam dunia mode, jenama tekstil Sejauh Mata Memandang (SMM) kembali berkolaborasi dengan perupa seni kontemporer Eko Nugroho dalam pameran mode yang intim dan eksploratif di The Space, Plaza Indonesia, Level 2. Pameran ini berlangsung mulai 20 Februari hingga 30 April 2025, sebagai kelanjutan dari kolaborasi sebelumnya, "Republik Sebelah Mata", yang sebelumnya dipresentasikan dalam DEWI Fashion Knights 2024 di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2025.
Dalam pameran ini, pengunjung Plaza Indonesia dan masyarakat luas dapat melihat lebih dekat 25 desain busana yang sebelumnya tampil di JFW 2025. Koleksi ini tidak hanya menampilkan keindahan mode, tetapi juga memperkaya pengalaman seni. Felix Tjahyadi, yang sebelumnya terlibat dalam kolaborasi ini, kembali bertindak sebagai pengarah kreatif dan co-designer untuk koleksi ini.
Menurut Chitra Subyakto, pendiri dan direktur kreatif SMM, pameran ini bertujuan untuk membawa koleksi tersebut lebih dekat dengan masyarakat. “Setelah peragaan busana di DFK 2024, saya, Mas Eko, dan Felix berbincang tentang bagaimana koleksi ini bisa lebih luas dinikmati oleh masyarakat banyak. Kami ingin menghadirkan ruang bagi semua orang untuk tidak hanya melihat desainnya, tetapi juga memahami cerita di balik setiap karya, proses kreatifnya, serta para artisan dan mitra yang berkontribusi di dalamnya,” ujarnya.
Begitu memasuki area pameran, pengunjung akan disambut oleh instalasi ikonik berupa karpet bermotif spesial Sejauh Mata Memandang x Eko Nugroho, yang dibuat oleh Fio Carpet dengan bahan organik dari cangkang inti sawit. Material ini menggantikan bahan bakar fosil dengan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
Setelah melewati instalasi ini, pengunjung dapat menjelajahi pop-up store yang menampilkan berbagai produk SMM dan DGTMB, label seni dari Eko Nugroho. Di sini, tersedia kain, selendang, dan scarf batik tulis dari koleksi edisi terbatas Sejauh Mata Memandang x Eko Nugroho, yang menghiasi dinding sebagai bagian dari pengalaman visual pameran.
Ruang Malam Sebagai Representasi Kritik Sosial
Salah satu bagian paling menarik dari pameran ini adalah “Ruang Malam”, sebuah instalasi yang merepresentasikan sisi gelap kehidupan. Di ruangan ini, terdapat tiga busana serba hitam yang dirancang sebagai bentuk respon kreatif terhadap ketidakadilan. Lewat desain ini, tersirat narasi tentang kesedihan, kekecewaan, dan perlawanan, sejalan dengan gaya kritik sosial yang kerap dihadirkan dalam karya-karya Eko Nugroho.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Sebagai tuan rumah, Plaza Indonesia mendukung penuh inisiatif ini. “Kami mengapresiasi SMM dan Eko Nugroho atas inisiatif positif ini dalam menghadirkan pameran mode kolaborasi yang lebih dekat kepada pengunjung. Kami berharap pameran ini dapat menjadi inspirasi bagi para pengunjung serta memperkaya pengalaman seni serta mode,” ujar Zamri Mamat, Deputy Chief Marketing Officer Plaza Indonesia.
Dukungan juga datang dari berbagai mitra, seperti TACO yang menyediakan material berkualitas tinggi, serta Fio Carpet yang menghadirkan inovasi material ramah lingkungan. “Sebagai mitra yang telah bekerja sama dengan SMM sejak 2019, kami sangat antusias untuk terus berkontribusi dalam menghadirkan material yang selaras dengan nilai keberlanjutan,” kata Anastasia Tirtabudi, Vice President Brand Marketing & Corp. Communication TACO.
Selain itu, City Vision, Samsung, CVP, dan Urban Quarter juga turut berkontribusi dalam menghadirkan pengalaman pameran yang lebih dinamis dan menarik bagi para pengunjung.
Menghadirkan Seni dalam Kehidupan Sehari-hari
Bagi Eko Nugroho, seni tidak hanya hadir di galeri atau kanvas, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui kolaborasi ini, saya ingin mengajak lebih banyak orang untuk melihat seni dalam berbagai bentuk. Mode adalah media yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, dan saya ingin menunjukkan bahwa seni bisa hidup di tubuh kita,” ungkapnya.
Seni dalam mode memungkinkan siapa saja untuk mengenakan karya seni dan menjadikannya bagian dari identitas diri. Dengan desain yang memadukan estetika dan makna, mode dapat menjadi sarana ekspresi personal yang menghubungkan individu dengan pesan sosial yang lebih luas. Kolaborasi ini menggarisbawahi bahwa seni bukan hanya milik ruang eksklusif, tetapi bisa dinikmati, digunakan, dan diapresiasi oleh siapa saja dalam keseharian mereka. Baik dalam bentuk pakaian, aksesori, atau dekorasi rumah, seni dapat memberikan warna dan cerita dalam setiap aspek kehidupan kita.
Pameran kolaborasi antara Sejauh Mata Memandang dan Eko Nugroho di Plaza Indonesia menjadi bentuk eksplorasi seni dalam mode yang lebih luas dan inklusif. Dengan menghadirkan koleksi busana yang memiliki makna mendalam, instalasi seni yang kaya akan narasi sosial, serta pengalaman interaktif bagi pengunjung, pameran ini membuktikan bahwa mode tidak hanya sebatas estetika, tetapi juga medium ekspresi dan refleksi budaya. Lebih dari sekadar ajang pameran, ini adalah perayaan kreativitas dan kolaborasi yang mempertemukan seni, mode, dan kehidupan sehari-hari dalam satu ruang yang inspiratif.