Sukses

Relationship

Tanda Kamu Memiliki Commitment Issue dalam Hubungan dan Cara Menghadapinya

Fimela.com, Jakarta Bagi banyak orang, komitmen sering kali dikaitkan dengan rasa takut akan kehilangan kebebasan pribadi. Ini adalah salah satu tanda utama dari commitment issue. Ketika berada dalam hubungan yang lebih serius, beberapa orang merasa terikat dan khawatir akan dibatasi dalam aktivitas mereka atau kehilangan identitas pribadi.

Menurut Healthline, perasaan ini biasanya muncul dari ketakutan bahwa kehidupan yang bebas dan tanpa batasan akan berubah menjadi sesuatu yang lebih terstruktur dan terikat. Perasaan ini bisa membuat seseorang merasa terjebak dalam hubungan atau membuat keputusan untuk menghindari komitmen sama sekali.

Namun, penting untuk memahami bahwa komitmen dalam sebuah hubungan tidak berarti mengorbankan kebebasan pribadi. Sebaliknya, hubungan yang sehat memberi ruang bagi kedua individu untuk tetap berkembang sebagai pribadi, sambil berbagi tujuan dan visi yang sama. Mengidentifikasi rasa takut ini adalah langkah pertama untuk bisa menghadapinya dan menciptakan keseimbangan antara kebebasan dan hubungan yang berarti.

Menghindari Percakapan Tentang Masa Depan

Ketidaknyamanan saat membahas masa depan adalah tanda lain dari commitment issue. Jika merasa cemas atau menghindar saat pasangan mengajak berbicara tentang pernikahan, memiliki anak, atau merencanakan kehidupan jangka panjang bersama, itu bisa jadi indikasi adanya ketakutan untuk berkomitmen.

Menurut Brides.com, banyak orang yang memiliki masalah komitmen merasa tidak siap untuk berpikir jauh ke depan, karena itu melibatkan ketidakpastian dan perubahan besar dalam hidup. Mereka mungkin takut bahwa masa depan yang lebih serius akan membawa beban tanggung jawab yang berat atau bahkan kegagalan dalam hubungan.

Padahal, berbicara tentang masa depan adalah bagian yang sangat penting dalam hubungan yang sehat. Ini memberi arah yang jelas dan memastikan bahwa kedua belah pihak memiliki harapan yang sama. Jika merasa cemas tentang topik ini, penting untuk berbicara dengan pasangan secara terbuka dan jujur, serta mengatasi ketakutan itu bersama-sama.

Takut Terjadi Kegagalan atau Penyesalan

Takut gagal adalah perasaan yang sering menghantui mereka yang mengalami commitment issue. Ketika berada dalam hubungan yang lebih serius, ada ketakutan yang muncul bahwa hubungan tersebut mungkin tidak akan bertahan lama atau akan berakhir dengan penyesalan. Hal ini bisa menyebabkan seseorang menghindari hubungan yang lebih dalam atau bahkan menahan diri untuk tidak sepenuhnya berkomitmen.

Healthline menyebutkan bahwa ketakutan terhadap kegagalan ini sering kali berasal dari pengalaman buruk di masa lalu atau ketidakpastian tentang bagaimana hubungan akan berkembang. Orang-orang yang memiliki masalah komitmen bisa merasa cemas jika hubungan tersebut tidak memenuhi ekspektasi mereka, atau takut kalau-kalau mereka salah membuat keputusan.

Namun, penting untuk diingat bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya. Setiap hubungan tentu memiliki tantangan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana pasangan saling mendukung dan belajar dari pengalaman tersebut. Komitmen bukanlah tentang mencapai kesempurnaan, tetapi tentang berusaha bersama dan belajar untuk mengatasi rintangan yang ada. Menghadapi rasa takut ini bisa membantu membuka peluang untuk hubungan yang lebih kuat dan lebih bermakna.

 

Penulis: Azura Puan Khalisa

#Unlocking the Limitless

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading