Fimela.com, Jakarta Menjadi sepasang suami istri adalah sebuah masa berharga yang akan dijalani seumur hidup. Masa yang kemudian diiringi dengan berbagai tantangan yang mempererat hubungan keduanya. Kehadiran si kecil yang ditunggu-tunggu pun memberikan kehangatan dalam hubungan.
Keindahan dan keharmonisan yang diharapkan dalam berkeluarga tentu tidak semudah itu untuk dijalani. Berbagai tantangan juga akan menemani seluruh pasangan suami istri dari berbagai macam hal. Salah satunya adalah perbedaan pendapat dalam pengasuhan anak.
Sudut pandang yang dimiliki manusia sangat beragam dengan banyak faktor. Namun, dalam menjalani hubungan sepasang suami istri yang akan mengasuh anak, perbedaan pendapat akan sering muncul jika tidak mengerti bagaimana mengkondisikannya. Mari kita simak tips berikut untuk mengatasi perbedaan pendapat dalam pengasuhan dengan pasangan!
Advertisement
Advertisement
Tips Mengatasi Perbedaan Pendapat
1. Memahami Hal yang Wajar Terjadi
Parents mungkin merasakan atau pernah berpikiran untuk menyudahi semuanya karena perbedaan pendapat yang tak kunjung usai. Namun, perlu diketahui, perbedaan pendapat apalagi dalam pengasuhan, sangat normal dirasakan bagi semua pasangan. Secara psikologis, Anda dan pasangan memang tumbuh dalam pendidikan yang berbeda, beberapa hal normal bagi ayah mungkin tidak normal bagi ibu dan sebaliknya. Perbedaan ini mungkin sudah parents coba pahami sebelum memiliki anak. Pahamilan bahwa perbedaan ini bukanlah menjadi masalah utama lagi, namun bagaimana cara Anda mengatasinya bersama-sama. Ingatlah bahwa Anda dan pasangan berjuang bersama untuk memberikan kehangatan dalam keluarga.
2. Mengenal Kembali Latar Belakang
Sebagaimana setiap individu mengalami kehidupan yang berbeda. Tentu sangat berpengaruh dalam cara mengatasi masalah, mendidik, dan mengasuh. Beriringan dengan memahami perbedaan pendapat yang terjadi, dibandingkan dengan mempermasalahkan mengapa tidak ada yang ingin mengalah untuk menyatukan cara pengasuhan, cobalah untuk meluangkan waktu berbincang kembali.
Melansir dari marriage.com, akan lebih mudah bagi kita untuk memahami beberapa perspektif yang membingungkan dan membuat frustasi dengan membahas latar belakang keluarga masing-masing. Dengan memahami keyakinan serta nilai-nilai yang berakar kuat pada masa kecil, akan membantu untuk saling memahami apa yang bisa dievaluasi dari cara mendidik yang salah bagi masing-masing.
Mempelajari Perbedaan
3. Saling Melengkapi dengan Perbedaan
Setelah memahami perbedaan masing-masing, sebagian orang bisa saja semakin mempermasalahkan karena belum menemukan jalan tengah dari perbedaan sudut pandang. Cobalah untuk melihat sisi baik dari masing-masing pemikiran. Saat tidak bisa dijalani bersama, Anda dan pasangan bisa mulai mengambil jalan tengah dengan mengingat bahwa perbedaan tersebut bisa saling melengkapi. Keduanya bisa tetap menjalani dengan batasnya masing-masing tanpa perlu mendominasi. Yang penting, tidak ada paksaan terhadap anak.
4. Mencari Solusi
Cara-cara yang sudah disebutkan sebenarnya bisa menjadi solusi untuk dijalani oleh para orang tua. Namun, jika Anda dan pasangan merasa belum menemukan solusi atau belum mampu mengatasi perbedaan yang ada, jangan ragu untuk mencari bantuan yang terpercaya. Carilah seorang konselor atau terapis yang dapat membantu untuk menghidupkan kembali keharmonisan dalam keluarga.
Mungkin anda pernah menyesali langkah yang telah anda lakukan ini. Namun, percayalah untuk tetap bertahan dengan segala solusi yang menunggu. Menjadi orang tua memang membutuhkan persiapan panjang. Nikmatilah setiap fase dan musim dalam kehidupan anak-anak karena semuanya akan berlalu begitu cepat.
Tanpa disadari, masa yang Anda perdebatkan dengan pasangan akan berlalu dan Anda akan melihat anak-anak bertumbuh dengan dunianya masing-masing. Mereka pernah merangkak dan kemudian berlari ke sekolah, hingga memiliki kehidupan sendiri. Ingatlah untuk mempertahankan fase menua bersama dengan pasangan saat anak sudah membesar. Mereka akan belajar pelajaran berharga dari orang tua saat mereka mengamati gaya mengasuh yang saling melengkapi.
Penulis: Nadya Aufia#Unlocking the Limitless