Sukses

Lifestyle

Waspada! Menganggur Tingkatkan Risiko Overthinking, Studi Ungkap Fakta Mengejutkan

Fimela.com, Jakarta Pernahkah kamu merasa pikiranmu dipenuhi kekhawatiran berlebihan? Studi terbaru dari Health Collaborative Center (HCC) mengungkap fakta mengejutkan: pengangguran ternyata meningkatkan risiko overthinking hingga empat kali lipat! Penelitian yang melibatkan lebih dari 1000 responden di Indonesia ini dilakukan Januari-Februari 2025 dan menemukan 50% responden mengalami overthinking. Penelitian ini menemukan perempuan muda yang menganggur dan berpendidikan rendah paling rentan.

Overthinking, atau berpikir negatif berlebihan, bukan sekadar kebiasaan. Kondisi ini berdampak serius pada kesehatan mental, produktivitas, dan kualitas hidup. Studi ini bahkan merekomendasikan agar overthinking dipertimbangkan sebagai indikator sosial dan kesehatan dalam kebijakan publik.

Peneliti utama HCC, Dr. Ray Wagiu Basrowi, menjelaskan bahwa overthinking lebih dominan pada usia muda <40 tahun, perempuan, dan pengangguran. Temuan ini seharusnya menyadarkan kita semua akan pentingnya kesehatan mental.

“Overthinking ditemukan secara luas pada separuh orang Indonesia yang diwakili responden penelitian ini, dengan overthinking dominan terlihat pada usia muda kurang dari 40-tahun, perempuan, dan yang tidak bekerja atau yang baru saja kehilangan pekerjaan. Sebagian besar mengalami ruminasi atau kekhawatiran pada masa lalu dan kombinasi dengan repetitive negative thinking atau kekhawatiran berlebihan pada masa depan atau yang kemudian dikenal sebagai overthinking,” ungkap Ray yang merupakan pendiri HCC ini. 

Waspada, Sahabat Fimela! Overthinking Mengancam Kesehatan Mental

Sahabat Fimela, overthinking, yang meliputi kekhawatiran berlebihan akan masa depan dan berpikir berulang tentang kejadian negatif masa lalu tanpa solusi (ruminasi), terbukti sangat berbahaya. Kondisi ini dapat memicu stres, kecemasan, dan bahkan depresi. Studi HCC menekankan pentingnya literasi kesehatan mental untuk mengurangi masalah ini.

Penelitian ini menunjukkan korelasi kuat antara overthinking dengan faktor-faktor sosial ekonomi. Kenaikan harga barang pokok, misalnya, meningkatkan risiko overthinking hingga dua kali lipat. Bayangkan beban tambahan yang ditanggung perempuan muda yang menganggur dengan pendidikan rendah!

Selain itu, harga diri rendah dan kecemasan juga memperparah risiko overthinking. Kondisi ini membentuk lingkaran setan yang perlu diputus dengan intervensi tepat.

Faktor Risiko Overthinking: Lebih dari Sekadar Pikiran Negatif

  • Pengangguran
  • Usia muda (<40 tahun)
  • Perempuan
  • Pendidikan rendah
  • Kenaikan harga bahan pokok
  • Biaya pengobatan mahal
  • Informasi politik yang membingungkan
  • Berita tentang penyakit baru

Sahabat Fimela, penting untuk memahami bahwa overthinking bukanlah kelemahan. Ini adalah masalah serius yang membutuhkan perhatian dan solusi komprehensif.

Langkah Mengatasi Overthinking: Sahabat Fimela, Jangan Menyerah!

Sahabat Fimela, berbagai solusi dapat dilakukan untuk mengatasi overthinking. Pertama, kenali tanda-tandanya. Jika kamu sering merasa cemas, sulit tidur, atau kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya kamu sukai, segera cari bantuan profesional. Kedua, latih kemampuan manajemen stres, misalnya dengan yoga, meditasi, atau olahraga teratur. Ketiga, cari dukungan dari orang-orang terdekat. Berbicara dengan teman, keluarga, atau terapis dapat membantu meringankan beban pikiran.

Penting juga untuk menjaga pola hidup sehat, termasuk makan makanan bergizi, tidur cukup, dan menghindari konsumsi alkohol dan narkoba. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika kamu merasa kesulitan mengatasi overthinking sendiri. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Sahabat Fimela, penelitian ini menyadarkan kita akan pentingnya kesehatan mental dan perlunya intervensi sistemik dari pemerintah untuk mengatasi masalah overthinking. Mari kita dukung upaya peningkatan literasi kesehatan mental dan ciptakan lingkungan yang lebih suportif bagi semua orang.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading