Sukses

Lifestyle

5 Alasan Kenapa saat Sedih Malah Gampang Marah

Fimela.com, Jakarta Mengenali dan mengelola emosi serta perasaan memang tak selalu mudah. Apalagi jika pengalaman atau kenyataan yang dihadapi sangat kompleks, memahami diri sendiri pun terasa makin sulit. Seperti ketika dirimu yang malah jadi gampang marah ketika sebenarnya kamu sedang mengalami kesedihan yang mendalam.

Kenapa orang yang sedih bisa berubah jadi gampang marah? Atau kenapa kamu sendiri merasa jadi makin sensitif dan lebih mudah mengutarakan emosi dengan cara marah-marah daripada meredakan rasa sedih yang ada? Penyebabnya bisa karena banyak hal, dan kali ini kita akan membahas lima penyebab umumnya.

 

 

1. Ada Kesedihan yang Ditekan

Melansir laman Good Therapy, kesedihan, kecemasan, dan rasa takut merupakan jenis emosi paling dasar yang mudah berubah menjadi amarah. Saat kamu sudah terlalu lama menekan kesedihan atau emosi tak nyaman, energimu bisa "berubah" menjadi rasa marah. Kesedihan yang tak kunjung dipulihkan atau diredakan bisa makin menumpuk dan memuncak menjadi amarah.

 

 

2. Ada Rasa Takut Terlihat Lemah

Saat sedih, kamu bisa tampak lebih rapuh. Namun, ketika kamu tak ingin terlihat lemah di depan orang lain, kamu mencoba menutupinya dengan cara yang lebih intens yaitu dengan amarah. Mungkin kamu tak ingin membuat orang mencemaskanmu atas kesedihan yang kamu alami, sehingga kamu lebih memilih untuk menunjukkan sisi lain dirimu untuk mengalihkan perhatiannya.

 

 

3. Ada Rasa Kecewa terhadap Diri Sendiri

Saat kamu marah pada orang lain bisa jadi sebenarnya kamu sedang marah terhadap dirimu sendiri. Kamu sedih atas suatu pengalaman atau kenyataan, dan merasa hal buruk yang terjadi di dalamnya adalah karena kesalahanmu. Sehingga kamu merasa kecewa pada diri sendiri. Rasa marah dan kecewa pada diri sendiri saat belum bisa diredam dengan baik bisa meluap menjadi rasa marah kepada orang lain.

 

 

4. Ada Rasa Bingung Menyikapi Keadaan

Saat sedih umumnya kamu butuh waktu dan proses sendiri untuk bisa kembali tenang. Namun, saat waktu dan proses tersebut belum bisa kamu dapatkan, kamu jadi bingung menata perasaanmu sendiri. Ketika bingung, meluapkan segalanya dengan amarah jadi tampak lebih mudah karena itu seperti bisa mewakili semua rasa tak nyaman yang ada di dalam diri.

 

 

5. Ada Keinginan untuk Lebih Diperhatikan

Saat kamu marah, bisa jadi yang kamu butuhkan adalah perhatian. Kamu sebenarnya sedang sedih dan ingin lebih diperhatikan oleh orang-orang terdekatmu. Namun, ketika kebutuhanmu untuk mendapatkan perhatian tak bisa terpenuhi, kamu pun jadi terdorong untuk lebih mudah marah untuk bisa mendapatkan sedikit kepedulian dari orang di sekitarmu meskipun mungkin itu bukan cara terbaik yang bisa kamu lakukan.

Kalau kamu mulai merasa makin kesulitan mengelola emosi atau malah mulai mengalami gejala-gejala depresi, ada baiknya segera mencari bantuan profesional seperti ke psikiater atau psikolog, ya. Kesehatan mentalmu sama pentingnya dengan kesehatan fisikmu.

What's On Fimela
Loading