Fimela.com, Jakarta Sebagian orang memanfaatkan puasa Ramadan sebagai momentum menjaga kebugaran tubuh sekaligus menurunkan berat badan. Walau upaya itu kerap berhasil, tapi tak sedikit orang yang kesulitan mencapai tujuan tersebut. Penyebabnya beragam, mulai dari asupan nutrisi yang belum seimbang juga kebiasaan makan yang kurang tepat. Belum lagi bila dihadapkan dengan keluhan nyeri lambung yang menyiksa.
Ahli Gizi LIGHThouse Clinic, Veronica, S.Gz. menjelaskan, nyeri lambung disebabkan kosongnya perut dalam rentang lama, asam lambung yang meningkat, menimbulkan rasa perih di perut, nyeri ulu hati dan sensasi panas di tenggorokan. Tubuh juga terasa lemas karena kurangnya asupan kalori.
Sahabat Fimela, kunci dari diet saat puasa adalah keseimbangan. Diet bukan berarti merelakan makanan, melainkan mengatur porsi dan jenis makanan yang kita konsumsi. Berikut adalah beberapa prinsip yang perlu diperhatikan:
Advertisement
Konsumsi Makanan Bergizi, pastikan setiap makanan yang kamu pilih mengandung serat, protein, dan karbohidrat kompleks. Jangan Lewatkan Sahur, sahur adalah waktu penting untuk memberi energi sepanjang hari. Pilih makanan yang mengenyangkan dan bergizi. Kontrol Porsi, makan dengan porsi sedang untuk menghindari rasa kekenyangan yang berlebihan.
Advertisement
Slim Fit Booster
LIGHThouse Clinic dari LIGHT Group memahami betul bahwa pola makan akan mempengaruhi kondisi dan daya tahan pasien saat berpuasa. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang manajemen berat badan, LIGHThouse Clinic berkomitmen membantu pasien untuk mengontrol berat badan bersamaan dengan menjalani pola hidup sehat, termasuk saat berpuasa.
Berangkat dari pengetahuan yang sudah teruji di puluhan ribu pasien, LIGHThouse Clinic menganalisa kebutuhan stimulus pendukung bagi pasien yang sedang berpuasa dan menjalani diet. Untuk menyiasati keluhan badan lemas dan nyeri lambung agar tetap fit meraih target berat badan selama puasa Ramadan, LIGHThouse Clinic memperkenalkan treatment IV Slim & Fit Booster series yang bisa menjadi andalan.
Konsumen dapat berkonsultasi dengan dokter di LIGHThouse Clinic untuk mendapatkan jenis perawatan booster yang tepat melalui IV (intravena), Slim & Fit Booster series ini dapat dijalani setelah berbuka puasa dengan beberapa pilihan seperti Slim & Fit Booster: Membantu menjaga daya tahan tubuh dan lambung terasa nyaman saat diet selama puasa tanpa lemas-
Fit Tummy: Membantu mengatasi mual dan nyeri lambung serta memperbaiki stamina dan daya tahan tubuh. Fit Tummy Rehydrate: Mengatasi mual, lambung aman dari gastritis, tubuh terhidrasi dan terjaga daya tahannya.
Extra Fit Tummy: Mengatasi gejala GERD, mual, nyeri dan kram lambung, sehingga diet sambil berpuasa jadi lebih nyaman dan fit. Dan Extra Fit Tummy Rehydrate: Membantu atasi nyeri lambung dan GERD yang disertai mual serta kram perut dengan tambahan formula rehydrate yang membuat tubuh menjadi lebih segar dan terhidrasi.
Booster ini dapat mendukung program diet yang pasien jalani meski sambil berpuasa Ramadan. Dengan tambahan perawatan ini, diharapkan konsumen mampu mencapai berat badan idealnya tanpa ada hambatan.
Jika konsumen memerlukan perawatan tambahan lainnya untuk menurunkan berat badan atau menjaga berat badan idealnya, LIGHthouse Clinic juga memperkenalkan paket Slim Fit Series yang memberikan perawatan lebih lengkap untuk mengurangi lemak dan menurunkan lingkar badan melalui treatment Injex, LIGHTwave, Lymphatic Drainage, Lipoburn, Lipostripping hingga Vacu-RF.
“Kami memahami kebutuhan pasien untuk dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang dan nyaman, pun sekaligus ingin menurunkan berat badan serta menjaga bentuk badan. Karena itu kami tak hanya menyediakan solusi yang praktis dan aman, tapi juga siap mendampingi pasien menjaga daya tahan dan melakukan perawatan agar tampil stay in shape menjelang hari kemenangan.” ujar Anna Yesito Wibowo, Direktur Marketing LIGHT Group perusahaan induk dari LIGHThouse Clinic.
Menu Sehat untuk Sahur dan Berbuka
Menu yang tepat dapat membuat puasa terasa lebih ringan dan menyenangkan. Berikut adalah rekomendasi menu untuk sahur dan berbuka:
Menu Sahur
Pilihlah makanan kaya serat dan protein, seperti:
- Buah-buahan: pisang, apel, semangka, dan jeruk.
- Sayuran: bayam, brokoli, atau sayuran hijau lainnya.
- Karbohidrat kompleks: nasi merah, roti gandum, atau oatmeal.
- Protein: telur, dada ayam tanpa kulit, atau ikan.
Menu Berbuka
Setelah seharian berpuasa, mulailah berbuka dengan makanan ringan:
- Air putih dan kurma (dalam jumlah terbatas).
- Sup sayur dan ayam, kaya cairan dan nutrisi.
- Makanan bernutrisi seimbang dengan fokus pada protein dan serat.
Advertisement
Hindari Makanan Tertentu
Sahabat Fimela, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat menjalani diet selama puasa:
- Makanan berminyak dan gorengan.
- Makanan tinggi gula seperti kue, es krim, dan minuman manis.
- Makanan olahan dan tinggi lemak jenuh.
- Makanan pedas berlebihan yang dapat mengganggu pencernaan.
Cukupi Kebutuhan Cairan dan Olahraga Ringan
Minum air putih yang cukup sangat penting, terutama antara berbuka dan sahur. Hindari minuman berkafein yang bisa menyebabkan dehidrasi. Selain itu, jangan lupa untuk tetap berolahraga ringan sesuai kemampuan. Olahraga membantu membakar kalori dan menjaga metabolisme tubuh.
Advertisement
Istirahat yang Cukup
Istirahat yang cukup juga sangat penting untuk menjaga kesehatan dan energi selama puasa. Pastikan kamu mendapatkan tidur yang berkualitas agar tubuh bisa berfungsi optimal.
Peringatan Penting
Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes atau penyakit jantung, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai program diet saat puasa. Mereka dapat membantu menyusun rencana diet yang aman dan sesuai dengan kondisi kesehatanmu.
Menjalani diet saat puasa dengan cara yang benar akan memberikan manfaat tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk kebahagiaanmu. Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa menjaga berat badan ideal dan tetap sehat selama bulan puasa. Ingatlah, kunci keberhasilan diet adalah konsistensi dan kesabaran. Selamat menjalani puasa, Sahabat Fimela!