Fimela.com, Jakarta Rambut beruban adalah bagian alami dari proses penuaan, tetapi banyak faktor lain yang juga berkontribusi terhadap munculnya uban lebih cepat dari yang seharusnya. Seiring bertambahnya usia, folikel rambut secara bertahap kehilangan kemampuannya untuk memproduksi melanin, pigmen yang memberikan warna pada rambut. Akibatnya, rambut baru yang tumbuh menjadi abu-abu atau putih.
Faktor genetik memainkan peran besar dalam menentukan kapan seseorang mulai beruban, tetapi gaya hidup, stres, serta pola makan juga dapat mempercepat proses ini. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa paparan polusi, radikal bebas, dan defisiensi nutrisi tertentu seperti vitamin B12 dan zat besi dapat mempengaruhi produksi melanin pada rambut.
Meskipun kita tidak bisa sepenuhnya mencegah rambut beruban, ada berbagai langkah perawatan yang dapat dilakukan untuk memperlambat proses ini dan menjaga rambut tetap sehat lebih lama. Melansir eatingwell.com, berikut adalah tips agar rambut tidak cepat beruban sebelum waktunya.
Advertisement
Advertisement
Redam Stres
Stres bukan hanya mempengaruhi kondisi mental, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan rambut. Menurut Julie Upton, M.S., RD, stres yang berkepanjangan dapat memicu peradangan dalam tubuh, yang pada akhirnya menyebabkan depigmentasi atau munculnya uban lebih cepat. Sebuah studi dalam International Journal of Trichology (2020) juga menunjukkan bahwa stres oksidatif—ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh—berperan dalam mempercepat penuaan rambut.
Salah satu pemicu utama stres oksidatif adalah kebiasaan merokok. Merokok dapat meningkatkan jumlah radikal bebas dalam tubuh, yang mempercepat kerusakan sel termasuk sel-sel yang memproduksi melanin, pigmen alami rambut. Penelitian telah mengaitkan kebiasaan merokok dengan uban dini pada berbagai kelompok usia.
Selain merokok, stres kronis dalam bentuk apa pun juga dapat mempercepat munculnya uban. Menurut tinjauan dalam Biological Reviews (2021), stres yang berlangsung lama dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh, yang berakibat pada kematian sel-sel melanosit (penghasil melanin) serta memperpendek siklus pertumbuhan rambut. Akibatnya, rambut tidak hanya kehilangan warnanya lebih cepat, tetapi juga menjadi lebih rapuh dan mudah rontok.
Untuk mengatasi stres dan melindungi kesehatan rambut, penting bagi Sahabat Fimela untuk mempraktikkan metode pengelolaan stres yang terbukti secara ilmiah. Beberapa cara yang dapat membantu meredakan stres meliputi meditasi, yoga, olahraga rutin, serta menghabiskan waktu di alam. Aktivitas ini dapat menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh, mengurangi peradangan, serta membantu mempertahankan kesehatan rambut dalam jangka panjang.
Selain itu, pola makan juga memiliki peran penting dalam mengendalikan peradangan yang disebabkan oleh stres. Makanan tertentu bersifat pro-inflamasi dan dapat memperburuk kondisi tubuh, sementara makanan lain justru membantu meredam peradangan dan melindungi sel-sel yang bertanggung jawab atas pigmentasi rambut.
Sesuaikan Pola Makan
Makanan yang Sahabat Fimela konsumsi sehari-hari dapat berdampak besar pada kesehatan rambut, termasuk mencegah atau mempercepat munculnya uban. Menurut Upton, pola makan tinggi gula tambahan, makanan olahan, dan lemak jenuh cenderung bersifat pro-inflamasi, yang dapat meningkatkan stres oksidatif dalam tubuh. Sebaliknya, diet berbasis nabati yang kaya akan antioksidan memiliki efek anti-inflamasi yang dapat membantu melindungi sel-sel penghasil melanin.
Untuk menjaga kesehatan rambut dan mencegah uban dini, Sahabat Fimela dapat mengonsumsi lebih banyak makanan kaya antioksidan. Buah beri seperti stroberi, blueberry, dan raspberry mengandung senyawa antioksidan tinggi yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Sayuran hijau tua seperti bayam, kale, dan brokoli juga kaya akan vitamin serta mineral yang berperan dalam mempertahankan kesehatan rambut. Selain itu, anggur merah atau wine merah dalam jumlah moderat diketahui memiliki kandungan resveratrol yang dapat membantu melawan stres oksidatif. Tak kalah penting, penggunaan rempah-rempah dan bumbu segar seperti kunyit, jahe, dan kayu manis juga dapat memberikan manfaat anti-inflamasi bagi tubuh.
Di sisi lain, ada beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi untuk menjaga kesehatan rambut. Konsumsi berlebihan soda dan minuman manis lainnya dapat meningkatkan kadar gula darah, yang berkontribusi terhadap peradangan dalam tubuh. Permen dan makanan tinggi gula juga memiliki efek serupa, terutama jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka panjang. Selain itu, kue dan roti komersial yang mengandung banyak pemanis dan pengawet dapat mempercepat proses penuaan sel, termasuk sel-sel yang bertanggung jawab atas pigmentasi rambut. Daging olahan tinggi lemak seperti bacon, sosis, dan salami juga sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas, karena dapat meningkatkan risiko stres oksidatif dalam tubuh.
Dengan mengombinasikan pengelolaan stres yang baik dan pola makan sehat, Sahabat Fimela dapat membantu menjaga kesehatan rambut dan memperlambat proses munculnya uban. Meskipun faktor genetik tidak bisa diubah, kebiasaan sehari-hari yang lebih sehat dapat membuat rambut tetap kuat, berkilau, dan mempertahankan warnanya lebih lama.
Pastikan Asupan Vitamin dan Mineral yang Cukup
Nutrisi yang cukup berperan penting dalam menjaga kesehatan rambut dan memperlambat proses beruban. Kekurangan vitamin dan mineral tertentu dapat mengganggu produksi melanin, pigmen alami yang memberi warna pada rambut. Menurut Dr. Ted Lain, dua vitamin yang sangat berpengaruh dalam mencegah uban dini adalah vitamin D3 dan vitamin B12. "Pastikan kadar vitamin D3 dan B12 cukup, karena kekurangan salah satu dari keduanya dapat mempercepat proses beruban," jelasnya.
Selain itu, berbagai mikronutrien lain juga berperan dalam menjaga kesehatan rambut. Vitamin E dan vitamin A membantu melindungi sel-sel rambut dari stres oksidatif yang dapat mempercepat penuaan. Zinc dan zat besi berperan dalam memperkuat akar rambut serta mendukung produksi sel-sel melanin. Tembaga berkontribusi dalam sintesis melanin, sementara selenium dan magnesium membantu menjaga keseimbangan nutrisi di kulit kepala. Kekurangan salah satu dari mineral ini dapat menyebabkan rambut menjadi lebih rapuh, mudah rontok, dan kehilangan pigmennya lebih cepat.
Lindungi Rambut dari Faktor Eksternal
Selain faktor internal seperti nutrisi dan kesehatan tubuh, kondisi eksternal juga dapat mempengaruhi kesehatan rambut dan mempercepat proses beruban. Paparan panas berlebihan, perawatan kimiawi, serta polusi lingkungan dapat merusak struktur rambut dan mengurangi kemampuan sel pigmen dalam mempertahankan warna alami rambut.
Polusi dan racun dari lingkungan juga dapat mempercepat kerusakan sel rambut. Untuk mengurangi dampaknya, cobalah untuk membatasi paparan polutan dengan menutup rambut menggunakan topi atau syal saat berada di luar ruangan dalam waktu lama. Penggunaan produk perawatan rambut dengan kandungan antioksidan juga dapat membantu melindungi rambut dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, hindari bahan pemutih rambut yang keras, gunakan sisir bergigi lebar untuk mengurangi kerontokan akibat gesekan berlebih, serta batasi frekuensi mencuci rambut agar minyak alami di kulit kepala tetap terjaga dan tidak menghilangkan kelembapan alami rambut.
Rutin Melakukan Pemeriksaan Kesehatan
Munculnya uban dini tidak selalu hanya disebabkan oleh faktor genetik atau gaya hidup. Beberapa kondisi medis juga dapat berperan dalam mempercepat proses beruban. Sebuah tinjauan dalam International Journal of Dermatology (2024) menemukan bahwa gangguan autoimun, defisiensi nutrisi kronis, serta penyakit jantung dapat berhubungan dengan uban yang muncul lebih cepat dari biasanya. Oleh karena itu, penting bagi Sahabat Fimela untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan guna mendeteksi dini masalah yang mungkin mempengaruhi kondisi rambut.
Meskipun proses beruban adalah bagian alami dari penuaan, Sahabat Fimela dapat memperlambat kemunculannya dengan menerapkan pola hidup sehat. Mengelola stres, menjaga asupan nutrisi yang cukup, melindungi rambut dari faktor eksternal, serta rutin memeriksakan kesehatan adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mempertahankan warna alami rambut lebih lama. Dengan perawatan yang tepat, rambut tidak hanya tetap sehat dan kuat, tetapi juga berkilau lebih lama.