Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, pernahkah kamu mengalami jerawat yang terasa sakit dan bengkak? Itu mungkin tanda jerawat terinfeksi! Bakteri penyebabnya masuk ke dalam kulit, menimbulkan kemerahan, pembengkakan, dan rasa sakit. Artikel ini akan membahas gejala, diagnosis, dan pengobatannya, sehingga kamu bisa mengatasinya dengan tepat.
Jerawat terinfeksi biasanya lebih besar dan terlihat jelas dibanding jerawat biasa. Kemerahan dan pembengkakan di sekitarnya menandakan peradangan. Rasa sakitnya bervariasi, dari ringan hingga berat, dan mungkin ada nanah berwarna kuning atau putih. Jika infeksi parah, kamu mungkin mengalami demam atau kelelahan.
Bagaimana cara mengatasinya? Diagnosis biasanya dilakukan oleh tenaga medis melalui pemeriksaan fisik dan riwayat pasien. Sampel nanah mungkin diambil untuk kultur mikroba jika perlu. Pengobatan bergantung pada tingkat keparahan, mulai dari kompres hangat dan benzoyl peroxide untuk infeksi ringan, hingga antibiotik topikal atau oral untuk infeksi berat. Dalam kasus yang parah, mungkin diperlukan prosedur drainase.
Advertisement
Advertisement
Kenali Lebih Dalam Gejala Jerawat yang Terinfeksi
Jerawat yang terinfeksi memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Ukurannya lebih besar dan mencolok daripada jerawat biasa. Perhatikan juga kemerahan dan pembengkakan di sekitarnya. Jika terasa sakit saat disentuh, itu juga pertanda infeksi. Munculnya nanah berwarna kuning atau putih semakin menguatkan dugaan infeksi.
Waktu penyembuhannya pun lebih lama. Jerawat biasa mungkin hilang dalam beberapa hari, tetapi jerawat terinfeksi bisa bertahan lebih lama. Pada kasus berat, gejala sistemik seperti demam dan kelelahan bisa muncul. Waspada jika kamu mengalami gejala ini!
Jangan abaikan gejala-gejala ini, Sahabat Fimela. Segera konsultasikan dengan dokter jika kamu khawatir.
Proses Diagnosis yang Tepat untuk Jerawatmu
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai tingkat keparahan dan jenis infeksi. Mereka akan menanyakan riwayat perawatan kulit, gaya hidup, dan riwayat jerawat atau infeksi sebelumnya. Ini membantu menentukan penyebab dan pengobatan yang tepat.
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin mengambil sampel nanah untuk kultur mikroba. Tes ini mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi dan memastikan pengobatan yang efektif. Ini sangat penting jika pengobatan rumahan tidak membuahkan hasil.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kulit, Sahabat Fimela. Mereka akan memberikan diagnosis dan rencana pengobatan yang tepat untuk kondisi kulitmu.
Advertisement
Cara Mengatasi Jerawat Terinfeksi: Dari Rumahan Hingga Medis
Pengobatan jerawat terinfeksi bergantung pada tingkat keparahannya. Untuk infeksi ringan, kompres hangat dua kali sehari dapat membantu mengeluarkan nanah. Jangan pernah memencet jerawat! Benzoyl peroxide juga efektif membunuh bakteri penyebab jerawat.
Jaga kebersihan area tersebut dan hindari menyentuh jerawat. Untuk infeksi berat, dokter mungkin meresepkan antibiotik topikal atau oral. Antibiotik oral tidak boleh digunakan dalam jangka panjang karena dapat menyebabkan resistensi bakteri. Prosedur drainase dan pembersihan mungkin diperlukan dalam kasus yang sangat parah.
Sahabat Fimela, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan pengobatan apapun, ya!
Kapan Harus ke Dokter? Segera konsultasikan dengan dokter jika jerawat sangat nyeri dan bengkak, terletak di dekat mata, disertai demam atau kelelahan, tidak membaik setelah beberapa minggu, atau malah memburuk. Jerawat yang sangat besar dan menyakitkan (mungkin bisul atau abses kulit) juga perlu penanganan medis segera.
Pencegahan: Hindari memencet atau memetik jerawat. Jaga kebersihan kulit dengan mencuci muka secara teratur menggunakan pembersih yang lembut dan bebas pewangi. Gunakan produk perawatan kulit yang sesuai dengan jenis kulitmu. Informasi ini bersifat umum dan tidak dapat menggantikan konsultasi dengan dokter. Jika kamu memiliki kekhawatiran tentang jerawat yang terinfeksi, segera temui dokter atau tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.