Sukses

Lifestyle

Racun dalam Hubungan, Mengenal 12 Jenis Toxic Traits yang Harus Dihindari

Fimela.com, Jakarta Toxic traits adalah sifat atau perilaku negatif yang berulang-ulang dan dapat merusak hubungan dengan orang lain. Orang yang memiliki toxic traits seringkali tidak menyadari dampak negatif dari perilaku mereka terhadap orang di sekitarnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali berinteraksi dengan berbagai macam orang. Namun, tidak semua orang memiliki pengaruh positif dalam hidup kita. Beberapa di antaranya mungkin membawa energi negatif dan merusak hubungan kita. Orang-orang ini memiliki apa yang disebut dengan 'toxic traits' atau sifat-sifat beracun. Mengenali toxic traits sangat penting agar kita dapat melindungi diri sendiri dari dampak negatifnya. Dengan memahami ciri-ciri orang yang toxic, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk menjaga kesehatan mental dan emosional kita. Dilansir dari betterup.com, artikel ini akan membahas mengenai 12 jenis toxic traits.

1. Negativitas

Seseorang dengan negativitas mungkin melihat dunia sebagai tempat yang dingin, kejam, dan jahat. Mereka mungkin sering mengeluh, merusak kesenangan, atau menjatuhkan semangat orang lain dengan komentar dan tindakan yang pesimistis.

2. Cenderung Menghakimi

Seseorang yang suka menghakimi mungkin menilai situasi, orang, atau peristiwa tanpa pengalaman. Misalnya, seorang teman mungkin mengatakan kepada Anda bahwa konser akan membosankan atau jelek sebelum Anda bahkan tiba.

3. Ketidakjujuran

Seseorang yang menunjukkan ketidakjujuran mungkin berbohong atau menyesatkan orang lain. Tindakan berbohong adalah sebuah pilihan. Tetapi ketidakjujuran adalah kecenderungan untuk berbohong. Banyak orang menggunakan ketidakjujuran sebagai mekanisme koping.

4. Kekakuan

Seseorang yang kaku mungkin keras kepala, tidak fleksibel, atau tidak dapat beradaptasi ketika keadaan tidak berjalan sesuai rencana. Misalnya, seorang karyawan mungkin kesulitan beradaptasi ketika bos baru bergabung dengan timmu dan mengubah dinamika tim.

5. Kekasaran

Seseorang yang menunjukkan perilaku kasar mungkin berbicara atau bertindak tanpa sopan santun yang dianggap pantas oleh kebanyakan orang. Misalnya, seseorang mungkin berbicara dengan pelayan tanpa mengucapkan "tolong" atau "terima kasih".

6. Kurangnya Empati terhadap Orang Lain

Seseorang yang kurang empati terhadap orang lain mungkin kesulitan memahami perasaan dan pikiran orang lain. Misalnya, seorang pemimpin yang kurang empati mungkin tidak menyadari bahwa salah satu karyawannya kesulitan menyelesaikan pekerjaan karena mereka lelah.

7. Sinis

Seseorang yang bersikap sinis mungkin berpikir bahwa kepentingan dan tujuan memotivasi orang untuk merugikan orang lain. Misalnya, orang yang sinis mungkin berasumsi bahwa seorang pelayan yang sopan hanya bersikap ramah untuk mendapatkan tip yang baik.

8. Ceroboh

Seseorang yang ceroboh mungkin tidak mempertimbangkan bahaya yang ditimbulkan oleh tindakan mereka terhadap diri mereka sendiri atau orang lain. Misalnya, seseorang yang ceroboh mungkin mendorongmu untuk melakukan aktivitas berbahaya.

9. Rewel

Seseorang yang rewel mungkin kesulitan dalam situasi yang baru, di luar zona nyaman mereka, atau tidak sesuai dengan standar mereka. Misalnya, seorang pemakan rewel mungkin menolak untuk makan makanan yang kita masak untuk mereka karena mereka belum pernah mencoba bahan utama sebelumnya.

10. Suka Berdebat

Seseorang yang suka berdebat mungkin mendapatkan kesenangan atau kepuasan dari memulai pertengkaran. Misalnya, seseorang mungkin mencari-cari kesalahan dalam ide anggota keluarga dan berusaha untuk memancing mereka untuk bertengkar. Tidak semua konflik buruk, tetapi bersikap suka berdebat demi berdebat dapat merugikan.

11. Cepat Marah

Seseorang yang cepat marah mungkin menjadi kesal karena pemicu yang akan menyinggung kebanyakan orang. Misalnya, seorang rekan kerja mungkin cepat marah dan kesulitan untuk menenangkan diri.

12. Suka Memerintah

Seseorang yang suka memerintah mungkin mengambil alih suatu situasi, menuntut kendali, atau menegaskan dominasi atas orang lain. Misalnya, seorang rekan kerja yang suka memerintah mungkin terlalu ikut campur dalam bagian proyekmu, meskipun tidak memiliki wewenang atasmu. Seorang rekan kerja yang suka memerintah juga dapat menantang kepemimpinan manajermu atau merusaknya.

Toxic traits dapat merusak hubungan kita dan memengaruhi kesehatan mental kita. Dengan memahami berbagai jenis toxic traits, kita dapat lebih baik dalam mengidentifikasi dan menghindari perilaku yang merugikan. Selain itu, kita juga dapat belajar untuk mengatasi toxic traits dalam diri kita sendiri. Ingatlah, membangun hubungan yang sehat adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat bagi kita semua.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading